Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/dok)
Minggu, 12 November 2017 08:20 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Petani Sedayu Andalkan Irigasi dari Sisa Selokan Van Der Vijk

Beberapa area pertanian di Bantul belum mendapatkan pasokan air secara optimal

Solopos.com, BANTUL–Persebaran aliran irigasi di Kabupaten Bantul nampaknya harus dikaji ulang. Pasalnya beberapa area pertanian di wilayah ini belum mendapatkan pasokan air secara optimal. Bahkan petani di Desa Argosari dan Argodadi, Kecamatan Sedayu masih mengandalkan sisa aliran irigasi yang bersumber dari Selokan Van Der Vijk di Sleman.

Ditemui di ladangnya, salah seorang petani di Desa Argodadi, Mujiono mengeluhkan sedikitnya pasokan air di lahan pertaniannya. Sehingga saat memasuki masa tanam berikutnya, ia harus mengerahkan seluruh anggota kelompok tani untuk mengalirkan air di wilayah itu.

Bisanya sekitar 50-60 petani berupaya mengalirkan air di saluran irigasi yang bersumber dari Selokan Van Der Vijk hingga sehari semalam. Masalahnya, Selokan Van Der Vijk berada di wilayah Kabupaten Sleman tersebut sebagian besar pasokan airnya digunakan untuk mengaliri lahan di Sleman.

“Lahan di selatan seperti di sini hanya sisa-sisa saja, debit airnya sedikit,” ujarnya, Jumat (10/11/2017).

Lebih lanjut Mujiono menuturkan untuk menanam palawija tidak harus mendapat pasokan air sebanyak padi. Namun saat ini sebagian besar tanaman palawija di lahan pertanian wilayah itu sudah memasuki panen, sehingga sebentar lagi dipastikan akan banyak membutuhkan suplai air. “Minggu depan akan butuh banyak air karena ganti menanam padi,” sebutnya.

Hingga panen jagung pada pekan ini, Mujiono mengandalkan sumur bor yang dibuat oleh para petani. Menurutnya ada satu sumur bor yang dibuat sebelum tahun 2009 lalu atas bantuan pemerintah, namun sejak pertama kali dibuat, sumur sedalam 60 meter itu belum dapat difungsikan. Debit air sumur yang kecil tidak cukup untuk mengaliri lahan seluas 7 hektar di bulak Bakal Dukuh.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Pengelolaan Jaringan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Bantul, Yitno mengakui pasokan air di wilayah itu memang mengandalkan Selokan Van Der Vijk.

Sedangkan selokan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, termasuk petugas penjaga pintu air. Sehingga pihaknya tidak bisa berbuat banyak, meskipun diakuinya pasokan air hanya sisa dari pasokan air lahan pertanian wilayah Sleman. “Itu kewenangan Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO), saya tidak bisa apa-apa,” teranganya.

lowongan pekerjaan
GURU MADRASAH, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Komodifikasi Seni dan Kapitalisasi Ruang Publik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (9/11/2017). Esai ini karya Andi Setiawan, pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah andisemar@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Akhir bulan lalu, tepatnya pada 28-29 Oktober 2017,  diadakan acara…