Ilustrasi elpiji 3kg alias gas si melon. (JIBI/Bisnis/Dok.) Ilustrasi elpiji 3kg alias gas si melon. (JIBI/Bisnis/Dok.)
Minggu, 12 November 2017 16:20 WIB Irwan A Syambudi/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Pertamina Upayakan Distribusi Elpiji Bersubsidi Tepat Sasaran

Mekanisme distribusi gas elpiji untuk masyarakat kurang mampu itu pun kini sedang dirancang pemerintah

Solopos.com, BALI—Pertamina benar-benar sedang berupaya agar distribusi gas elpiji tiga kilogram (kg) bersubsidi dapat tepat sasaran. Mekanisme distribusi gas elpiji untuk masyarakat kurang mampu itu pun kini sedang dirancang oleh pemerintah.

External Communication Manager PT Pertamina Arya Dwi Paramita menekankan, penggunaan gas elpiji bersubsidi hanya diperuntukan bagi kalangan tertentu. Kriteria penerima gas elpiji bersubsidi di antaranya rumah tangga miskin, rentan miskin, dan usaha mikro sesuai basis data terpadu dari Kementerian Sosial.

Untuk mendistribusikan gas elpiji kepada kalangan tersebut, mekanismenya langsung dari pemerintah pusat. “Mekanismenya masih menunggu dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ESDM, Ditjen Migas,” kata dia di Bali, Sabtu (11/11/2017).

Ia mengatakan, berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNPPK), saat ini ada sekitar 26 juta rumah tangga miskin yang berhak menggunakan elpiji bersubsidi. Karakteristik keluarga miskin atau rentan miskin adalah rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan 40% terendah.

“Selain itu, pendapatannya Rp350.000 per kapita per bulan, tembok rumah tidak permanen, lantai rumah tidak permanen, dan luas lantai rumah kurang dari delapan meter persegi,” papar  dia.

Kemudian, ada juga alokasi untuk para pengusaha mikro yang jumlahnya ada sekitar 2,3 juta. Untuk karakteristik usaha mikro yang disubsidi adalah usaha mikro yang dikelola rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan 40% terendah. Mereka memiliki tingkat pendidikan relatif rendah, barang jualan dan tempat usaha tidak selalu tetap, serta umumnya belum memiliki akses ke perbankan.

Untuk itu, dialokasikan 6,1 juta ton elpiji berubsidi pada Rancanangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) tahun 2017. ”Namun realisasinya hingga September, berdasarkan alokasi tersebut, sudah over sampai dengan satu persen kuota dari revisi APBN-P 2017,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah-DIY Ibnu Chouldum berharap adanya kesadaran masyarakat terkait dengan pengguanaan gas elpiji bersubsidi. Terlebih bagi masyarakat tergolong mampu dapat menggunakan produk yang tidak bersubsidi.

“Masyarakat paling tidak terlebih dahulu sadar akan apa yang bukan menjadi haknya. Karena seharusnya mereka yang mampu tapi menggunakan hak orang yang tidak mampu, ya harusnya malu,” kata dia

lowongan pekerjaan
ASTRA DAIHATSU KLATEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Komodifikasi Seni dan Kapitalisasi Ruang Publik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (9/11/2017). Esai ini karya Andi Setiawan, pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah andisemar@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Akhir bulan lalu, tepatnya pada 28-29 Oktober 2017,  diadakan acara…