Atlet dari berbagai daerah mengikuti defile saat pembukaan Pekan Olah Raga Paralympic Pelajar Nasional VIII di stadion Sriwedari, Jumat (10/11/2017). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Minggu, 12 November 2017 00:30 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

PAPARPENAS 2017
9 Rekor Cabang Renang Pecah dalam Sehari

Sembilan rekor dalam cabang renang pecah di Paparpeas 2017 hanya dalam sehari.

Solopos.com, SOLO — Potensi menjanjikan ditunjukkan sejumlah atlet cabang olahraga (cabor) renang dalam Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) VIII 2017 di Kolam Renang Tirtomoyo, Manahan, Solo, Sabtu (11/11/2017). Baru sehari penyelenggaraan, sembilan rekor Peparpenas pecah di tangan sembilan atlet.

Lima di antara pemecahan rekor itu adalah penajaman waktu dari rekor pribadi. Atlet dari Papua, Anna Permata Mimitauw, bisa dibilang menjadi pemecah rekor paling fantastis karena mampu meruntuhkan catatan waktu terbaik yang telah bertahan selama delapan tahun.

Di nomor 50 meter gaya dada tuna netra putri, Anna meraih emas dengan catatan waktu 53,54 detik. Rekor sebelumnya dipegang atlet Kalimantan Selatan yakni Nur Hanisah dengan waktu 57,37 detik pada Peparpenas 2009.

Prestasi tak kalah gemilang diraih Mutiara Cantik asal Jawa Timur. Atlet 13 tahun ini meraih juara nomor 100 meter gaya bebas tuna daksa putri dengan catatan waktu 1 menit 21,94 detik. Torehan tersebut lebih tajam 16 detik dibanding rekor Peparpenas sebelumnya. Atlet difabel asal Jawa Tengah, Erika Kurniasari, juga sukses memecahkan rekornya sendiri di ajang tahun ini.

Di nomor 100 meter gaya bebas tuna netra putri, Erika menjadi yang terbaik dengan catatan waktu 1 menit 42,55 detik atau lebih cepat 8,69 detik dari rekor yang dia bikin di tahun 2015.

Penajaman rekor pribadi juga dicatat Syuci Indrani (Riau) di nomor 100 meter gaya bebas tuna grahita putri, Lince Suebu (Papua) di nomor 50 meter gaya dada tuna grahita putri dan Inggita Prameswari (Jawa Timur) di nomor 50 meter gaya dada tuna rungu putri.

Ketua Peparpenas 2017, Bayu Rahardian, mengapresiasi prestasi para atlet renang difabel di ajang kali ini. Menurut Bayu, pecahnya sederet rekor menunjukkan ada kemajuan dalam pengembangan kapasitas para atlet. “Hal inilah [pecah rekor] yang kami harapkan, sehingga Peparpenas benar-benar menjadi ajang yang puna kontribusi nyata dalam pengembangan olahraga nasional,” ujarnya kepada Solopos.com.

lowongan pekerjaan
PT.BANK PERKREDITAN RAKYAT, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Banyak Pelajaran dari Gregoria

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (6/11/2017). Esai ini karya Agus Kristiyanto, guru besar Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga di Universitas Sebelas Maret dan tinggal di Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah aguskriss@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Hari-hari ini adalah periode…