Andrea Dovizioso (Motogp.com)
Minggu, 12 November 2017 09:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Balap Share :

MOTO GP 2017
GP Valencia: Misi Berat Dovizioso

Moto GP 2017 memasuki seri terakhir di Valencia.

Solopos.com, VALENCIA — Duel penentu titel juara dunia antara Marc Marquez versus Andrea Dovioso di GP Valencia akhir pekan ini mulai dibumbui perang urat saraf. Tak hanya antara kedua pembalap, psywar pun melibatkan para legenda balap kuda besi.

Belum lama ini juara dunia balap motor 500cc (sekarang Moto GP) era 1980-an, Marco Lucchinelli, berkomentar nyinyir soal peluang Dovizioso merebut gelar juara musim ini. Lelaki asal Italia itu menyebut sebuah keajaiban bagi Ducati jika berhasil mengantar Dovi meraih titel Moto GP 2017.

Hal itu tak lepas dari karakteristik Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, yang tak cocok dengan mesin Desmosedici. Dua musim terakhir Dovi bahkan hanya mampu finis di peringkat tujuh di GP Valencia. “Bagi Ducati untuk menang, itu akan membawa keajaiban. Sangat sulit bagi mereka, terutama Andrea,” ujar Lucchinelli seperti dilansir GP One, Jumat (10/11/2017).

Ya, Dovi memang wajib memenangkan balapan pamungkas musim ini sambil berharap Marquez finis di luar posisi 11 besar. Meski memenangi GP Malaysia dua pekan lalu, Dovi masih tertinggal 21 poin dari Marquez. Misi Dovi makin sulit karena dia tak pernah memenangi GP Valencia sepanjang kariernya. Posisi terbaik sang pembalap adalah finis ketiga saat masih bersama Honda pada 2011.

“Dovi hanya bisa menang dengan catatan Marquez harus mengalami kecelakaan. Itu pun tidak akan cukup kecuali Dovi berdiri gagah di podium,” tukas Lucchinelli.

Jika melihat hasil latihan bebas pertama di Ricardo Tormo, Jumat, rasanya memang susah mengharapkan Dovi begitu superior dibanding Marquez. Dovizioso hanya berada di posisi keempat, setingkat lebih baik dari Baby Alien, julukan Marquez. Adapun pencetak waktu tercepat di sesi tersebut yakni pembalap Suzuki, Andrea Iannone.

Dovizioso mengakui berharap Marquez membuat kesalahan dan gagal finis di GP Valencia. “Ketika Marquez melihat sebuah kesempatan, dia berjuang untuk menahan diri, dan kemudian kesalahan selalu bisa terjadi, Namun, membicarakan mengenai dia membuat kesalahan tidak masuk akal. Strategi kami adalah mencoba memenangkan balapan,” ujar pembalap 31 tahun itu.

Marquez sendiri enggan bermain aman di race akhir pekan ini. Dia berjanji tampil 100% demi mengalahkan Dovizioso. Namun dia tak menyoal jika Dovi yang memenangi GP Valencia asal dirinya tetap mengangkat trofi juara dunia.

“Jika saya mengakhiri tahun ini dengan enam kemenangan dan Dovi tujuh, tidak ada bedanya bagi saya. Sebulan dari sekarang, tidak ada yang akan mengingatnya. Titel juara dunia yang akan dikenang selamanya,” ujar peraih tiga gelar juara dunia Moto GP itu.

lowongan pekerjaan
GURU MADRASAH, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Komodifikasi Seni dan Kapitalisasi Ruang Publik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (9/11/2017). Esai ini karya Andi Setiawan, pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah andisemar@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Akhir bulan lalu, tepatnya pada 28-29 Oktober 2017,  diadakan acara…