Pengamen kreatif bikin lirik sindir penumpang bus (Facebook) Pengamen kreatif bikin lirik sindir penumpang bus (Facebook)
Minggu, 12 November 2017 22:30 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Lirik Lagu Sindir Penumpang Bus, Pengamen Ini Banjir Sanjungan

Sebuah video unik tentang pengamen di bus pariwisata ditonton lebih dari 5 juta kali.

Solopos.com, SOLO –  Tak jarang pegamen dilarang masuk ke bus pariwisata. Alasannya demi keamanan dan kenyamanan. Namun, apabila pengamennya kreatif seperti video viral yang satu ini, pastinya seluruh penumpang bus terhibur.

Video pengamen kreatif itu diunggah di fanpage Facebook Dampit TV,  24 September 2017.  Hingga Minggu (12/11/2017), video tersebut sudah ditonton lebih dari 5.700.000 kali. “Pengamen ganteng ini kreatif dan lucu. Sisi bus tertawa ngakak,” tulis Dampit TV.

Dalam video tersebut tampak pria pengamen berbekal ukulele. Ia berdiri di lorong bus, awalnya ia meminta izin untuk sekedar memberi hiburan. Saat mulai bernyanyi, si pengamen melantunkan lagu-lagu populer namun liriknya diubah menyesuaikan kondisi bus.

Penumpang yang berada di urutan paling belakang, perempuan penumpang berjilbab merah, mereka sempat disindir menggunakan lagu sang pengamen. Kekocakan liriknya tak ayal menimbulkan tawa dari seisi bus.

“Ga usah turun Mas, biar ada hiburan,” ucap salah satu penumpang yang dijawab si pengamen kalau dirinya sudah ditunggu istri di rumah.

Video tersebut mengundang komentar beragam dari warganet. Ada yang memandang miring sosok pengamen dan ada juga yang berpendapat pengamen yang kreatif itu layak dihargai.

“Biasanya yang gue temuin cuma ngomong daripada  kami merampok, mencopet, apa lah arti seribu dua ribu, mereka kayak malak. Kalau ini mah kreatif, mau ngasih juga senang,” tulis Lal Ang.

“Kalau ngamennya menghibur gini, jadi gak segan mau ngasihnya. Lucu, ramah, murah senyum, bisa bikin tertawa. Kata-kata terakhir ‘selamat sampai tujuan’ itu yang terpenting. Bravo bang pengamen, lanjutkan karyamu,” tulis Rizky Wahyu Widodo.

“Meski lagunya sudah ada yang menyanyikan sebelumnya tapi tetap mantap, pengamennya juga sopan,” tulis akun Ema Risma.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Komodifikasi Seni dan Kapitalisasi Ruang Publik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (9/11/2017). Esai ini karya Andi Setiawan, pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah andisemar@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Akhir bulan lalu, tepatnya pada 28-29 Oktober 2017,  diadakan acara…