Warga bergotong-royong memindahkan makam. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Warga bergotong-royong memindahkan makam. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 12 November 2017 01:20 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Kesedihan Ahli Waris yang Makam Leluhurnya Dipindah akibat Pembangunan Bandara NYIA

Desa Kebonrejo menjadi desa pertama yang melakukan relokasi makam

Solopos.com, KULONPROGO– Ratusan makam Desa Kebonrejo Kecamatan Temon Kulonprogo direlokasi karena terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Sedikitnya puluhan makam berhasil dipindahkan dalam setiap harinya, dalam kegiatan yang dimulai sejak Senin (6/11/2017) tersebut.

Salah seorang ahli waris makam, Maria Purwanti menuturkan, ia yang sekarang bermukim di Jakarta karena bekerja sebagai guru di sana, sengaja mengambil cuti selama sehari, untuk melihat langsung proses relokasi makam anggota keluarganya.

Di makam Jaleyang itu, total 21 mendiang anggota keluarganya disemayamkan.

Maria mengaku sedih dengan adanya relokasi makam tersebut, kendati demikian ia harus menerimanya. Ia hanya berharap, proses relokasi makam seluruh anggota keluarganya bisa selesai dalam satu hari, tanpa ada sedikitpun bagian jasad kerabatnya yang tertinggal.

“Jika masih ada tulang belulang di dalam liang, diharapkan bisa dipindah seluruhnya. Kalau makam kakak belum dibongkar, karena tukang masih bongkar yang lain,” kata Maria, yang merupakan warga Dusun Kibon tersebut, Jumat (10/11/2017).

Ahli waris warga Dusun Seling, Adiska Putranti mengungkapkan, ada total delapan liang makam anggota keluarganya di Jaleyang. Pihak keluarga menginginkan makam dipindahkan secara tuntas, sekalipun hanya bersisa tulang-belulang tetap harus dilakukan pemindahan.

“Tadi bongkar makam nenek, hanya tersisa satu gigi saja, langsung disatukan dengan tanah dalam peti untuk dipindah. Kalau makam yang lainnya sudah ngga kelihatan, hanya diambil tanahnya saja,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
ASTRA DAIHATSU KLATEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Banyak Pelajaran dari Gregoria

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (6/11/2017). Esai ini karya Agus Kristiyanto, guru besar Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga di Universitas Sebelas Maret dan tinggal di Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah aguskriss@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO —┬áHari-hari ini adalah periode…