Bocah SD takut ditangkap polisi (Instagram)
Minggu, 12 November 2017 22:30 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Kasihan, Tapi Aksi Ini Bikin Jera Bocah SD yang Suka Berkelahi

Video dua bocah SD dihukum karena sering berkelahi viral di media sosial.

Solopos.com, SOLO — Anak-anak di bangku sekolah dasar memang masih perlu diarahkan, dididik, hingga didisiplinkan. Namun tak semua cara bisa efektif digunakan kepada anak-anak. Belum lama ini viral sebuah cara kocak untuk mendisiplinkan dua bocah SD yang kerap berkelahi.

Video viral tersebut diunggah di akun Instagram @tukang.pos, Kamis (9/11/2017). Dibagi dalam dua bagian, video tersebut menampilkan cara ampuh seorang guru untuk mendisiplinkan dua muridnya.

Dalam video tersebut diterangkan cara guru zaman now membuat murid-muridnya kapok karena sering berkelahi. Guru tersebut pura-pura melaporkan tindakan muridnya yang kerap berkelahi ke kantor polisi.

“Beginilah cara guru zaman now untuk membuat kapok 2 siswa SD yang sering berantem di kelas. Dengan cara melaporkan mereka ke kantor polisi [padahal yg di telponnya guru lain pura pura menjadi polisi]. Ternyata cara ini ampuh, kedua siswa itupun menangis memohon ampun dan juga membuat surat pernyataan dengan menggunakan materai gaib,” tulis @tukang.pos.

Dalam video itu terdengar si guru berbincang dengan komandan polisi. Sang guru menjelaskan kedua murinya kerap berkelahi. Meski sudah dinasihati, terus saja mengulangi perkelahian, sampai sang guru bingung.

Dari telepon terdengar suara polisi menegaskan kalau masih terus berkelahi bisa ditangkap pakai mobil dan dipenjara. Dua bocah berseragam putih merah yang sebelumnya hanya berdiri terdiam, lambat laun menangis ketakutan. Mereka takut ditangkap polisi.

Akhirnya, dua bocah SD yang dikabarkan bernama Abib dan Fairul itu membuat surat pernyataan yang berisi kalau mereka berdua tidak akan berkelahi lagi. Mereka berjanji bersedia untuk dipenjara apabila kedapatan kembali berkelahi.

Video tersebut viral dan mengundang beragam komentar dari warganet. Ada yang mendukung cara si guru dan ada juga yang menceritakan cara serupa untuk mengatasi anak-anak membandel. “Ide yang cemerlang, daripada dipukul urusan malah tambah panjang, lebih baik melakukan satu tindakan yang membuar mereka jera,” tulis @nadya_sisye.

“Guru yang bijaksana, daripada guru lain yang main pukul, ini baik mengajarkan mereka tidak boleh berkelahi karena bisa berurusan dengan aparat,” tulis @ggjewellry.

“Lucu, tapi kasihan ditipu sama gurunya, gapapa juga sih, biar jera,” tulis @furryokta94.
“Haha pas ponakan ga mau mandi, nyokapnya bilang Abang JNE itu polisi yang mau jemput anak nakal. Ponakan gue langsung ngibrit buat mandi,” tulis @rosalineoca.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Komodifikasi Seni dan Kapitalisasi Ruang Publik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (9/11/2017). Esai ini karya Andi Setiawan, pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah andisemar@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Akhir bulan lalu, tepatnya pada 28-29 Oktober 2017,  diadakan acara…