Lokasi bekas patung Adolf Hitler di Museum De Arca Jogja, Sabtu (12/11/2017). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja) Lokasi bekas patung Adolf Hitler di Museum De Arca Jogja, Sabtu (12/11/2017). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 12 November 2017 04:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Ini Alasan Museum De Arca Jogja Memajang Patung Hitler

Museum De Mata De Arca Jogja sempat memajang patung Adolf Hitler

Solopos.com, JOGJA-Menyusul polemik mengenai keberadaan patung Adolf Hitler, Museum De Mata De Arca Jogja menarik patung tokoh diktator Nazi ini. Pihak museum sendiri mengakui jika tidak menyertakan deskripsi singkat sejarah sebagai pelengkap tokoh kontroversial ini.

Baca juga : Patung Adolf Hitler di Museum De Arca Jogja “Hilang”

Warli, Marketing Museum De MATA De ARCA mengatakan patung tersebut sudah ditarik per Sabtu (11/11/2017) kemarin guna menghormati protes dari komunitas Yahudi.

“Per hari ini maka patung Hitler sudah ditarik, background juga sudah dilepas,” katanya ketika dihubungi Harian Jogja, Sabtu (11/11/2017).

Keberadaannya juga sudah dihapus dalam aplikasi museum ini yang tersedia di ponsel android.

Ia mengatakan jika keberadaan patung yang sudah ada sejak berdirinya museum tersebut pada 2014 lalu ini semata dengan alasan edukasi bagi pengunjung, khususnya agar mengenal sosoknya secara fisik.

Menurutnya, tidak ada niatan negatif meskipun memang tidak disertakan paparan sejarah berkaitan dengan sepak terjang Hitler. Tidak ada pula pemandu yang menjelaskan mengenai profil setiap patung yang ada di museum yang berlokasi di Kota Jogja ini. Meski demikian, sejarah singkat, yang dicuplik dari internet, dijelaskan dalam aplikasi di android.

Ia menguraikan jika pro kontra terkait patung ini juga baru pertama kalinya terjadi. Mendatang, pihaknya juga akan melakukan review lebih lanjut terkait tokoh yang patungnya akan dan sudah dihadirkan di objek wisata berkonsep edutainment ini.

Patung Hitler malah sebenarnya tidak terlalu banyak menarik perhatian pengunjung dibandingkan purwarupa sosok presiden atau pesepakbola terkebal seperti Cristiano Ronaldo.

lowongan pekerjaan
ASTRA DAIHATSU KLATEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Komodifikasi Seni dan Kapitalisasi Ruang Publik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (9/11/2017). Esai ini karya Andi Setiawan, pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah andisemar@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Akhir bulan lalu, tepatnya pada 28-29 Oktober 2017,  diadakan acara…