Sri Sunarti berdiri di panggung memperoleh doorprize tanah kaveling 119 meter persegi dalam acara fun bike HUT ke-20 Harian Umum Solopos, Minggu (12/11/2017). (Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos) Sri Sunarti berdiri di panggung memperoleh doorprize tanah kaveling 119 meter persegi dalam acara fun bike HUT ke-20 Harian Umum Solopos, Minggu (12/11/2017). (Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos)
Minggu, 12 November 2017 17:30 WIB Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

HUT SOLOPOS
Dini Hari Tak Bisa Tidur, Pagi-Pagi Sunarti Dapat Tanah

Nama Sri Sunarti ini keluar setelah pengundian acak yang dilakukan panitia.

Solopos.com, SOLO – Sri Sunarti nyaris pulang saat tiba-tiba namanya dipanggil dari panggung utama acara fun bike Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Harian Umum Solopos, di Taman Balekambang, Minggu (12/11/2017). Perempuan yang memakai jilbab warna pink itu langsung berlari dari tempatnya berdiri di dekat kolam kecil patung Partinah Bosch ke panggung yang terletak di dekat kolam ikan.

Senyum tak lepas dari wajah perempuan yang diketahui berasal dari Ngrombo, Kecamatan Baki, Sukoharjo, setelah mendengar langsung namanya diumumkan sebagai penerima hadiah utama berupa tanah kaveling seluas 119 meter persegi oleh panitia. Padahal ia sudah jalan hendak pulang bersama sang suami, Tanto Mulyono, dan anak ketiganya, Angga.

Nama Sri Sunarti ini keluar setelah pengundian acak yang dilakukan panitia. Ini juga berlaku bagi warga yang juga memperoleh hadiah lain seperti sepeda motor, sepeda, televisi, mesin cuci, hingga sejumlah lampu darurat.

“Saya itu tadi sudah mau pulang diajak Bapak [suami]. Saya tadi nunggu sama teman-teman untuk pengumuman hadiah undian, tapi karena rasanya enggak bakal dapat saya mau balik,” tuturnya, saat ditemui Solopos.com.

Ibu tiga anak ini benar-benar tak menyangka jika bisa memperoleh hadiah berupa tanah. Ia memang tak bermimpi aneh-aneh hingga dapat firasat hingga akhirnya beruntung mendapatkan kejutan tersebut. Hanya, pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB ia terbangun dan tak bisa tidur lagi hingga pagi hari.

Perempuan yang berprofesi sebagai penjahit ini belum tahu bakal diapakan tanah tersebut. Meskipun begitu, kemungkinan besar tanah kaveling itu akan dibangun rumah untuk anak-anaknya kelak. Sang suami, Tanto Mulyono, mengaku keluarganya kini menempati rumah yang ditinggalkan oleh orang tuanya.

Ia dan keluarga memang kerap mengikuti sepeda santai seperti ini. Akan tetapi, hadiah terbesar yang pernah didapat adalah kipas angin. Maka dari itu, bisa memperoleh doorprize utama berupa tanah kaveling menjadi kejutan luar biasa.

“Saya sudah ada rumah tinggalan orang tua. Mungkin nanti tanahnya juga akan dibangun untuk rumah,” tutur pengrajin gitar ini.

Selain Sri Sunarti, ada dua warga yang juga beruntung membawa pulang masing-masing satu unit sepeda motor Yamaha Mio S. Keduanya adalah Widi Winarso dan Giyono Wisono. Jika Giyono mengaku baru punya satu motor di rumah, maka Widi justru tak punya.

“Rumah saya di Kerten. Kalau berangkat kerja sebagai pengecap batik di Laweyan pakai sepeda,” ungkap Widi.

lowongan pekerjaan
CV SENTRA CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Komodifikasi Seni dan Kapitalisasi Ruang Publik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (9/11/2017). Esai ini karya Andi Setiawan, pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah andisemar@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Akhir bulan lalu, tepatnya pada 28-29 Oktober 2017,  diadakan acara…