Warga melintas di depan mural karya seni mural di Jl. Gatot Subroto (Gatsu), Solo, Kamis (26/10/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Warga melintas di depan mural karya seni mural di Jl. Gatot Subroto (Gatsu), Solo, Kamis (26/10/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Minggu, 12 November 2017 06:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Komodifikasi Seni dan Kapitalisasi Ruang Publik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (9/11/2017). Esai ini karya Andi Setiawan, pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah andisemar@gmail.com.

Solopos.com, SOLO — Akhir bulan lalu, tepatnya pada 28-29 Oktober 2017,  diadakan acara bertajuk Solo is Solo yang berupa program pembuatan gambar-gambar mural di dinding ruang publik di Kota Solo, tepatnya di daerah Singosaren.

Merujuk pada informasi yang disampaikan otoritas di Pemerintah Kota Solo, kegiatan ini bertujuan menciptakan destinasi wisata baru di Kota Solo dengan membangun brand galeri mural street art.

Acara tersebut dikatakan akan mampu mengintegrasikan kesenian ke dalam kehidupan masyarakat sehingga mempunyai dampak positif terhadap kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi.

Acara yang melibatkan lebih dari 100 orang seniman mural tersebut, menurut koordinator acara, merupakan bentuk edukasi terhadap kaum muda tentang perilaku vandalisme sekaligus membangun partisipasi publik dalam pembangunan kota.

Jika ditarik dari perspektif lain, apakah segala klaim yang diutarakan oleh pemerintah kota dan penggagas acara tersebut bisa dibenarkan? Tulisan ini mencoba melihat kegiatan tersebut dari perspektif kajian pengembangan kota.

Perspektif kajian pengembangan kota menunjukkan ironi dan bahaya yang mungkin bisa muncul, serta memberikan alternatif model kegiatan berkesenian di ruang publik yang lebih berkelanjutan.

Selanjutnya adalah: Dalam sejarah street art

lowongan pekerjaan
CV SENTRA CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Komodifikasi Seni dan Kapitalisasi Ruang Publik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (9/11/2017). Esai ini karya Andi Setiawan, pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah andisemar@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Akhir bulan lalu, tepatnya pada 28-29 Oktober 2017,  diadakan acara…