Direktur Utama PT SNJ, David Wijayatno memaparkan progres pembangunan jalan tol Solo-Ngawi kepada Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Kepala BPJT Bambang Prihartono dan Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani disela kegiatan Festival Jalan Tol di Salatiga. (Istimewa/PT SNJ) Direktur Utama PT SNJ, David Wijayatno memaparkan progres pembangunan jalan tol Solo-Ngawi kepada Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna dan Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani disela kegiatan Festival Jalan Tol di Salatiga. (Istimewa/PT SNJ)
Sabtu, 11 November 2017 07:00 WIB Peristiwa Share :

TOL SOLO-NGAWI
Buka Jalan, Ciptakan Kesempatan, Hubungkan Wilayah, Lancarkan Pembangunan

Jalan tol Solo-Ngawi saat ini tengah dibangun.

Solopos.com, SOLO — PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pemegang konsesi ruas Solo-Mantingan-Ngawi dengan total panjang 90,25 kilometer (Km). Pembangunan jalan tol ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk percepatan program pembangunan infrastruktur.

Ruas tol Solo-Ngawi merupakan bagian dari Jalan Tol Solo-Kertosono (Soker). Ruas Tol Solo-Ngawi sepanjang 90,25 km merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa. Jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang diharapkan mampu berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Perusahaan yang sahamnya 60% dimiliki PT Jasa Marga Persero dan 40% dimiliki PT Waskita Toll Road ini berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menyelesaikan pembangunan konstruksi jalan tol Ruas Solo-Mantingan-Ngawi sesuai  target yang ditetapkan Pemerintah.

Diharapkan pada awal 2018, ruas Tol Solo-Ngawi ini bisa beroperasi penuh melayani kebutuhan masyarakat akan sistem transportasi yang cepat dan nyaman.

Konektivitas

Seiring perkembangan wilayah Jawa Tengah, dukungan infrastruktur jalan tol ruas Solo-Ngawi menjadi sangat penting untuk memecahkan permasalahan transportasi darat dan konektivitas baru akan berdampak positif bagi kondisi ekonomi kawasan secara umum.

Secara teknis, ruas Tol Sol-Ngawi yang dikerjakan dengan tipe perkerasan rigid pavement (perkerasan beton) memiliki jumlah lajur 2 x 2 atau dua lajur tiap arah. Lebar lajur mencapai 3,6 meter dan bahu jalan luar 3 meter.

Selain itu, Tol Solo-Ngawi ini dilengkapi dengan lima gerbang tol (GT) yakni GT Kartasura (Ngasem), GT Solo (Klodran), GT Karanganyar (Kebakkramat), GT Sragen (Pungkruk), dan GT Ngawi (Kota Ngawi).

Untuk makin mempermudah masyarakat dalam mengakses jalan tol, PT Solo Ngawi Jaya juga mempersiapkan simpang susun tambahan masing-masing adalah Gerbang Tol Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Gerbang Tol Purwodadi, dan Gerbang Tol Sragen Timur.

Semua ini dipersiapkan demi kualitas pelayanan dari PT Solo Ngawi Jaya untuk seluruh masyarakat yang akan menggunakan jalan Tol Solo-Ngawi.

lowongan pekerjaan
CV SENTRA CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Banyak Pelajaran dari Gregoria

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (6/11/2017). Esai ini karya Agus Kristiyanto, guru besar Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga di Universitas Sebelas Maret dan tinggal di Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah aguskriss@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Hari-hari ini adalah periode…