Nyala lilin yang dihidupkan oleh anggota Pramuka yang hadir pada acara betajuk Apel Kehormatan dan Renungan Suci, Jumat (10/11/2016). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja) Nyala lilin yang dihidupkan oleh anggota Pramuka yang hadir pada acara betajuk Apel Kehormatan dan Renungan Suci, Jumat (10/11/2016). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 11 November 2017 19:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Ini yang Harus Dilakukan Generasi Muda untuk Meneruskan Perjuangan para Pahlawan Kemerdekaan

Upacara bendera memperingati Hari Pahlawan di Stadion Mandala Krida berlangsung khidmat

Solopos.com, JOGJA- Upacara bendera memperingati Hari Pahlawan di Stadion Mandala Krida berlangsung khidmat. Pesan yang disampaikan oleh tokoh yang hadir bagi generasi muda utamanya adalah tentang merawat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi, putri sulung Gubernur DIY Sri Sultan HB X, yang turut hadir dalam upacara bendera pagi itu, mengatakan semangat para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan dan persatuan Indonesia, harus terus diteruskan oleh para generasi muda.

Untuk bisa meneruskan cita-cita dan semangat tersebut, ia mengatakan, hal pertama yang mesti dilakukan oleh para pemuda dan pemudi adalah mengenali dan memahami jasa-jasa para pahlawan.

Sebab setiap pahlawan memiliki jasa dan karya yang berbeda. Ada yang berperang tapi ada juga yang bergerak di dunia gagasan.

“Setelah mengenali dan memahami apa yang menjadi jasa para pahlawan, karena menjadi seperti itu pasti ada kriteria dan kelebihan tertentu, setelah itu yang harus dilakukan oleh mereka adalah melanjutkan karya dan perjuangan mereka. Utamanya adalah menjaga Nusantara ini tetap utuh,” katanya seusai mengikuti upacara bendera.

Agar nusantara tetap utuh, imbuh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka DIY itu, pemuda dan pemudi bisa melakukannya dengan cara mencintai, melestarikan dan mengembangkan budaya lokal.

Menurutnya, generasi muda tidak boleh lebih mengagungkan budaya asing daripada kebudayaan milik sendiri. “Ayok cintai budaya kita.”

Inspektur Upacara, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Sri Mulyo Handoko saat membacakan amanat dari Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa juga mengatakan, betapa pentingnya menjaga persatuan Indonesia.

Hal tersebut perlu dilakukan bukan hanya karena kewajiban sebagai bangsa, tapi persatuan adalah prasyarat untuk menjadi negara kuat.

Ia mengatakan, pada era millenium kedua ini, tranformasi besar dalam hubungan internasional bangsa-bangsa sedang terjadi. Sebuah zaman yang kata Jurnalis Gideon Rahman disebut sebagai timurisasi. Dimana kemajuan peradaban lebih condong ke negara-negara di wilayah timur.

“Persatuan Indonesia adalah prasyarat untuk menjadi bagian dari kekuatan yang sedang tumbuh, The Rising Force bersama dengan bangsa-bangsa lain yang saat ini menjadi sorotan seperti China, India dan Korea Selatan untuk menjadi menara-menara pembawa obor kemanusiaaan,” ujar Gubernur Akademi Angkatan Udara (AUU) tersebut.

Sambutan tersebut diakhiri dengan seruan yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, lingkungan, masyarakat maupun bagi Indonesia “Selamat Hari Pahlawan tahunn 2012.”

lowongan pekerjaan
CV SENTRA CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Banyak Pelajaran dari Gregoria

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (6/11/2017). Esai ini karya Agus Kristiyanto, guru besar Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga di Universitas Sebelas Maret dan tinggal di Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah aguskriss@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Hari-hari ini adalah periode…