Suasana Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2017 di Alun-Alun Utara Kota Jogja, Jumat (10/11/2017). (Ocktadika Cahya A/JIBI/Harian Jogja) Suasana Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2017 di Alun-Alun Utara Kota Jogja, Jumat (10/11/2017). (Ocktadika Cahya A/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 11 November 2017 06:55 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Duh, Tarif Parkir Sepeda Motor di Pasar Malam Perayaan Sekaten Ada yang Rp5.000

Tarif resmi parkir PMPS menyesuaikan dengan Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha Tempat Khusus Parkir (TKP)

Solopos.com, JOGJA-Dalam pembukaan PMPS kemarin juga diwarnai dengan aksi nakal juru parkir. Banyak tarif parkir yang melebihi ketentuan yang sudah ditetapkan Kecamatan Gondokusuman.

Pantauan Harian Jogja, tarif parkir rata-rata Rp3.000-5.000 untuk sepeda motor. Karcis parkir pun berbeda-beda. Camat Gondokusuman Agus Arif mengakui hal itu. Ia mengatakan, tarif resmi parkir PMPS menyesuaikan dengan Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha Tempat Khusus Parkir (TKP). “Tarif parkir resmi baru berlaku per hari ini,” kata dia, Jumat (10/11/2017).

Baca juga : Masih ada 20 Stan Pasar Malam Perayaan Sekaten Tersedia

Ia menyatakan, semua yang mengelola parkir PMPS adalah warga sekitar Gondomanan. Ia memastikan tidak ada dari luar warganya. Pihaknya telah menyerahkan pengelolaan parir pada masing warganya dan sudah meminta agar tarif sesuai Perda.

Tarif tersebut Rp1.000 untuk dua jam pertama, selanjutnya berlaku progresif 50 persen dari nilai tarif. Kecamatan menggenapkan menjadi Rp2.000 karena sebagian besar pengunjung melebihi dua jam, sementara pengelola parkir tidak memiliki alat hitung waktu parkir.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…