Warga menutup hidung untuk menghindari debu saat melintas di area car free day (CFD), Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (22/10/2017). Pedagang kaki lima CFD dan warga mengeluhkan debu dampak proyek pembangunan drainase karena menganggu aktivitas dan mengganggu pernapasan. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Warga menutup hidung untuk menghindari debu saat melintas di area car free day (CFD), Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (22/10/2017). Pedagang kaki lima CFD dan warga mengeluhkan debu dampak proyek pembangunan drainase karena menganggu aktivitas dan mengganggu pernapasan. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Sabtu, 11 November 2017 10:15 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

CFD SOLO
Tim akan Menilang Pengendara yang Nekat Masuk Jalur Lambat

CFD Solo ditertibkan lagi dengan menegaskan larangan kendaraan bermotor melintas atau parkir di jalur lambat.

Solopos.com, SOLO — Dinas Perhubungan (Dishub) Solo bersama Satlantas Polresta Solo bakal menggelar operasi ketertiban lalu lintas di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi Solo, Minggu (12/11/2017) pagi.

Kasi Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas Dishub Solo, Andri Wahyudi, mengatakan operasi bakal diawali dengan pemasangan barikade dan rambu-rambu peringatan pengguna kendaraan bermotor dilarang melintas dan parkir di jalur lambat saat CFD.

Dia menegaskan masyarakat yang melanggar rambu-rambu akan diberi surat tilang. “Rencananya kami akan menggelar operasi lagi. Kami meminta masyarakat mematuhi aturan lalu lintas dengan tidak menggunakan jalur lambat Jl. Slamet Riyadi untuk lalu lintas kendaraan bermotor dan juga dijadikan tempat parkir saat digelar kegiatan CFD,” kata Andri, Jumat (10/11/2017).

Andri mengarahkan masyarakat yang ingin berkegiatan di area CFD Jl. Slamet Riyadi Solo untuk memarkirkan kendaraan bermotor di kantong parkir resmi. Dia menyarankan masyarakat memanfaatkan sepeda ontel jika ingin mengeksplorasi area CFD.

“Kami akan memasang rambu peringatan larangan melintas dan parkir bagi pengguna kendaraan bermotor di jalur lambat CFD. Dengan adanya rambu larangan tersebut, harapan kami penegakan aturan lalu lintas akan semakin jelas. Siapa saja yang melanggar rambu lalu lintas itu, akan diberi surat tilang oleh petugas,” jelas Andri.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, membenarkan selama ini masih ada banyak pengunjung CFD yang tidak memedulikan imbauan Pemkot untuk tidak berlalu lintas dan memarkirkan kendaraan bermotor mereka di jalur lambat Jl. Slamet Riyadi saat digelar kegiatan CFD.

Keberadaan kendaraan bermotor di jalur lambat menganggu aktivitas pengunjung CFD. Dia mengingatkan masyarakat ke depan bisa mematuhi ketentuan tersebut sehingga tidak sampai mendapatkan sanksi berupa pemberian surat tilang oleh aparat polisi.

“Kami mengimbau kepada semua pengguna kendaraan bermotor tidak lagi masuk apalagi parkir di jalur lambat Jl. Slamet Riyadu saat digelar kegiatan CFD. Jalur lambat Jl. Slamet Riyadi ini masih termasuk area bebas kendaraan bermotor,” jelas Hari.

Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, mengatakan aturan jalur lambat Jl. Slamet Riyadi harus steril kendaraan bermotor dan parkir saat kegiatan CFD sebenarnya telah berlaku sejak lama.

“Kami memasang rambu hanya untuk menegaskan lagi adanya aturan tersebut. Rambu larangan itu akan kami pasang di barikade. Minggu ini rencannya rambu sudah terpasang. Kami minta tidak ada lagi warga yang melanggar aturan,” jelas Ari.

lowongan pekerjaan
ASTRA DAIHATSU KLATEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Banyak Pelajaran dari Gregoria

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (6/11/2017). Esai ini karya Agus Kristiyanto, guru besar Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga di Universitas Sebelas Maret dan tinggal di Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah aguskriss@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Hari-hari ini adalah periode…