Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto bersama sejumlah pejabat meninjau stand Pameran Produk Industri Kecil dan Menengah 2017 di Atrium Suncity Mall Madiun, Jumat (10/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto bersama sejumlah pejabat meninjau stand Pameran Produk Industri Kecil dan Menengah 2017 di Atrium Suncity Mall Madiun, Jumat (10/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Sabtu, 11 November 2017 11:05 WIB Umum Share :

Aneka Produk Industri Kecil Dipamerkan di Atrium Suncity Mall Madiun

Puluhan IKM di Kota Madiun mengikuti pameran produksi industri.

Solopos.com, MADIUN — Puluhan industri kecil menengah (IKM) Kota Madiun mengikuti Pameran Produk Industri Kecil dan Menengah 2017 di Atrium Suncity Mall Madiun. Pameran produksi IKM dilaksanakan selama tiga hari, Jumat-Minggu (10-12/11/2017).

Pantauan Madiunpos.com di lokasi, Jumat siang, puluhan IKM menata produk-produk yang akan dijual di pameran tersebut. Berbagai produk industri seperti batik, makanan olahan, rajut, gitar, dan lainnya dipamerkan dalam kegiatan itu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun, Suyoto Harjo Wiyono, mengatakan ada puluhan IKM dengan berbagai produk yang mengikuti pameran produk IKM ini. Pemkot Madiun menggelontorkan anggaran senilai Rp371 juta untuk kegiatan pameran tersebut.

“Anggaran Rp371 juta itu untuk dua kegiatan. Pameran di sini [Kota Madiun] dan di Manado,” jelas dia kepada wartawan.

Dia menuturkan sekitar 30 IKM yang mengikuti pameran ini merupakan sebagain kecil dari IKM yang ada di Kota Madiun yang mencapai 289 industri. Pihaknya berjanji peserta pameran setiap tahun akan berganti untuk mengakomodasi IKM yang ada.

Menurut dia, saat ini pertumbuhan IKM di Kota Madiun terus bertambah. Diperkirakan masih ada ratusan IKM yang mengurus proses perizinan industri.

Pemkot Madiun, kata Suyoto, tahun ini mendapatkan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) senilai Rp2,1 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pelatihan industri dan pameran di berbagai kota.

Beberapa waktu lalu, sejumlah pengrajin batik diikutkan pelatihan di Tulungagung dan Yogyakarta. Pengrajin batik ini mendapat pelatihan soal usaha di Tulungagung dan mendapat pelatihan terkait motif dan desain di Yogyakarta.

Dia mengaku banyak warga  ingin mendapatkan pelatihan. Namun, terkadang ada kendala mengenai dana dan lokasi pelatihan yang cukup jauh sehingga tidak semua pelaku industri bisa mengikuti.

‘’Masyarakat yang ingin mendapat pelatihan silakan mengajukan permohonan. Pasti akan kami tindak lanjuti,’’ ujar dia.

Peserta IKM expo 2017, Heni Murdianingsih, mengatakan dirinya sudah tiga tahun menggeluti industri bordir dan lukis baju. Menurut dia, pameran seperti ini sangat penting untuk mengembangkan pemasaran dan produksi.

“Saya memang sudah kerap ikut pameran baik di dalam kota maupun luar kota. Dan hasil pameran ini memang hasilnya bagus, karena produk kita akan semakin dikenal,” jelas dia.

lowongan pekerjaan
CV SENTRA CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Banyak Pelajaran dari Gregoria

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (6/11/2017). Esai ini karya Agus Kristiyanto, guru besar Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga di Universitas Sebelas Maret dan tinggal di Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah aguskriss@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Hari-hari ini adalah periode…