Foto ilustrasi: Mengeringkan rambut dengan cara yang salah dapat memicu kerusakan rambut dan menyebabkan kerontokan (huffingtonpost.com) Ilustrasi rambut (huffingtonpost.com)
Jumat, 10 November 2017 00:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Women Share :

TIPS KECANTIKAN
Hindari Sembarangan Mengeringkan Rambut

Tips kecantikan kali ini membahas cara mengeringkan rambut dengan tepat

Solopos.com, SOLO — Tanpa disadari, teknik mengeringkan rambut bisa menyebabkan rambut rusak atau rontok. Salah satunya adalah dengan menggunakan handuk biasa untuk mengeringkan rambut.

Tekstur handuk yang kasar dan kering akan membuat rambut rusak. Selain itu, mengeringkan rambut dengan memerasnya terlalu keras juga dapat memperburuk rambut bercabang dan melemahkan batang rambut.

Dilansir dari huffingtonpost.co.uk, belum lama ini, tanda-tanda rambut rusak yang paling umum adalah kering dan sulit diatur. Rambut yang sulit diatur adalah indikator dari rambut kering dan rusak yang membutuhkan kelembapan.

Namun, jangan khawatir. Anda bisa memperbaiki keadaan ini. Pertama, pilihlah sampo dan kondisioner yang memang diformulasikan untuk jenis rambut Anda. Jika rambut Anda diwarnai, pilihlah produk yang memang untuk rambut berwarna.

Jika rambut Anda lurus dan rata, carilah produk yang bisa memberikan volume. Kemudian beralihlah menggunakan handuk kaus atau microfiber.

Jenis handuk tersebut memang tidak biasa, namun dapat menyerap kelebihan air dan mengurangi rambut kaku. Bungkus dan peras rambut Anda, daripada mengeringkannya dengan mengacak-acak dengan gerakan naik dan turun.

Terakhir, pengeringan udara merupakan cara paling sehat untuk rambut Anda. Jika Anda tidak punya banyak waktu, ganti kondisioner dengan pelembap rambut, kemudian bungkus rambut menggunakan handuk dari kaus dan biarkan semalaman.

Cara itu akan membantu rambut mengering lebih cepat dan menjaga kelembapan di dalam batang rambut. Selamat mencoba!

lowongan pekerjaan
CV SENTRA CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Menduniakan Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (28/10). Esai ini karya Vilya Lakstian Catra Mulia, dosen Linguistik di Jurusan Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah vilyalakstian@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Perkembangan dunia saat…