Irlandia Utara vs Swiss (JIBI/Reuters/Jason Cairnduff)
Jumat, 10 November 2017 20:25 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Internasional Share :

PLAY-OFF PIALA DUNIA
Swiss Menang, Irlandia Utara Merasa Dirugikan

Play-Off Piala Dunia menyajikan duel Swiss vs Irlandia Utara.

Solopos.com, BELFAST — Swiss mendapat modal istimewa untuk lolos ke putaran final Piala Dunia setelah menang 1-0 di kandang Irlandia Utara, di Windsor Park, Belfast, Jumat (10/11/2017) dini hari WIB.

Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic, mengakui timnya sengaja menduplikasi strategi Jerman untuk memetik kemenangan di Belfast. Markas Irlandia Utara memang dikenal susah ditaklukkan. Norwegia dan Rep. Cheska masing-masing takluk 0-2 di markas Irlandia Utara pada kualfikasi lalu. Hanya Jerman yang bisa mencuri kemenangan di Windsor Park pada kualifikasi, yakni dengan skor 3-1.

Cara Swiss meniru Jerman terbukti manjur. La Nati, julukan Swiss, mendominasi penguasaan bola hingga 63 persen, plus meredam gaya permainan tuan rumah yang dikenal agresif di Windsor Park.

“Kami bertahan dengan baik, namun yang penting kami menekan ke garis depan agar mereka tidak bisa memainkan bola di pertahanan kami dan kami pun dominan. Kami meniru cara Jerman, yakni jaga penguasaan bola dan tidak membiarkan bola menjadi 50-50, karena itu bisa memberi mereka peluang melakukan serangan balik,” jelas Petkovic, dilansir Reuters.

Meski demikian, kemenangan Swiss terjadi karena keputusan kontroversial wasit Ovidiu Hategan. Wasit asal Rumania tersebut menunjuk titik putih ketika tembakan bintang Swiss, Xherdan Shaqiri, mengenai lengan bek Irlandia Utara, Corry Evans, di kotak penalti.

Hategan menganggap Evans melakukan handball meski bola tembakan Shaqiri mengenai lengan atasnya. Full-back Swiss, Ricardo Rodriguez, yang menjadi eksekutor sukses membawa timnya unggul 1-0 pada menit ke-58.

Keputusan itu memancing kemarahan kubu Irlandia Utara. Pelatih Irlandia Utara, Michael O’Neill, juga tak terima dengan sikap wasit yang tidak mengganjar kartu merah bek Swiss, Fabian Schar, ketika melanggar Stuart Dallas.

“Wasit seharusnya memberi penalti dalam situasi seperti itu. Apalagi dia hanya berada enam meter dari insiden tersebut. Dia salah satu orang yang bisa melihat kejadian itu dengan jelas,” urai O’Neill.

O’Neill berharap Jonny Evans dkk. bisa menggunakan kemarahan mereka untuk revans pada leg kedua di Belfast, Swiss, Minggu (12/11/2017) malam WIB. Kekalahan dari Swiss sekaligus merusak pesta Stevan Davis yang menandai cap ke-100 bersama Irlandia Utara.

lowongan pekerjaan
CV SENTRA CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Presiden Mantu, UKM Terbantu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (7/11/2017). Esai ini karya Suharno, dosen di Program Studi Akuntansi dan Magister Manajemen Universitas Slamet Riyadi Solo. Alamat e-mail penulis adalah suharno_mm_akt@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Presiden Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi memang pribadi yang…