Jumat, 10 November 2017 00:30 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 2
Pasoepati, Korbankan Waktu dan Biaya Demi Laskar Sambernyawa

Liga 2 memasuki babak 8 Besar.

Solopos.com, BEKASI – Ungkapan jer basuki mawa bea agaknya pas untuk menggambarkan perjuangan ribuan anggota Pasoepati yang datang ke Bekasi untuk mendukung Persis Solo berlaga di babak delapan besar Liga 2.

Untuk menyaksikan satu laga, Pasoepati bisa merogoh kocek paling murah Rp300.000. “Estimasinya, Rp250.000 untuk biaya sewa bus PP Solo-Bekasi plus sekali makan siang. Kalau mau makan malam harus beli sendiri,” jelas Wisnu, 22, salah seorang anggota Pasoepati saat ditemui Solopos.com di kompleks Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (9/11/2017).

“Itu belum termasuk biaya beli tiket seharga mulai Rp30.000 di belakang gawang, Rp50.000 di tribune timur dan Rp100.000 untuk kelas VIP di tribune barat,” sambungnya.

Wisnu merupakan anggota Pasoepati asal Simo Boyolali. Wisnu sebetulnya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jogja. Untuk bisa menyaksikan Persis Solo bertanding melawan Martapura FC di laga perdana babak delapan besar, Wisnu rela mengajukan cuti. Dia berangkat bersama 60-an anggota Pasoepati dengan menyewa bus.

“Kami menempuh perjalanan selama hampir 12 jam. Setelah pertandingan, saya ikut rombongan pulang ke Solo karena harus bekerja lagi. Tapi, sebagian dari teman-teman kami memilih berada di Bekasi hingga laga terakhir melawan PSMS Medan,” papar Wisnu.

Memang dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk mendukung Persis Solo di babak delapan besar Liga 2. Untuk menghemat biaya, sebagian anggota Pasoepati memilih menumpang hidup di rumah atau kontrakan anggota Pasoepati di Jabodetabek plus Karawang dan Bandung.

Sebagian anggota memilih menginap di Sekretariat Patriot, suporter dari Persipasi Bekasi di kompleks stadion. Sebagian Pasoepati terpaksa memilih sejumlah ruang di kompleks stadion dan GOR Patriot untuk menginap.

“Ya harus pintar-pintar menyiasasi keadaan. Kalau kami menginap di hotel, pengeluaran bisa membengkak hingga Rp3 juta lebih. Kalau bisa menginap di kompleks stadion, kami tinggal butuh biaya untuk makan selama 10 hari. Estimasinya, sekali makan Rp20.000. Jika makan tiga kali sehari habis Rp60.000. Jika dikalikan 10 hari, maka butuh biaya makan hingga Rp600.000. Itu belum termasuk biaya perjalanan dan tiket untuk tiga pertandingan,” kata Firman, 19, anggota Pasoepati asal Klaten.

Beruntung, Firman belum memiliki pekerjaan tetap yang tidak bisa ditinggalkan selama 10 hari di Bekasi. Untuk mendapat bekal ke Bekasi, Firman mengaku harus mengambil sebagian dari tabungan dia yang sudah ia kumpulkan sejak tiga bulan terakhir.

“Jadi suporter itu memang harus banyak berkorban demi tim kesayangan. Uang masih bisa kita cari dan kesenangan itu tidak ternilai dengan uang. Saya jadi suporter itu ya untuk hiburan saja. Bisa mendukung Persis dengan sepenuh hati itu sebuah kehormatan dan kepuasan batin. Mudah-mudahan Persis lolos ke Liga 1,” paparnya.

lowongan pekerjaan
PT.BANK PERKREDITAN RAKYAT, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Menduniakan Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (28/10). Esai ini karya Vilya Lakstian Catra Mulia, dosen Linguistik di Jurusan Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah vilyalakstian@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Perkembangan dunia saat…