Pengunjung melihat mebel yang dipamerkan dalam Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2016 di Jogja Expo Center (JEC), Minggu (13/3/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja) Pengunjung melihat mebel yang dipamerkan dalam Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2016 di Jogja Expo Center (JEC), Minggu (13/3/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 10 November 2017 14:20 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Jelang Akhir Tahun, Industri Furnitur Dongkrak Pertumbuhan IBS

Salah satu pendongkrak pertumbuhan IBS yakni pertumbuhan industri furnitur

Solopos.com, JOGJA-Kinerja industri manufaktur besar dan sedang (IBS) dan industri mikro kecil (IMK) pada triwulan ketiga 2017 menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Salah satu pendongkrak pertumbuhan IBS yakni pertumbuhan industri furnitur yang menjelang akhir tahun banjir pesanan.

“Beberapa hari ini, permintan untuk produk furnitur memang meningkat. Karena biasanya pelaku industri ini mulai banyak menerima pesanan,” ujar Ketua DPD Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DIY, Timbul Raharjo kepada Solopos.com, Kamis (9/11/2017).

Timbul memaparkan menjelang akhir tahun terdapat dua momen yang memberikan andil terhadap peningkatan permintaan produk furnitur. Di antaranya momen Natal dan Tahun Baru yang biasanya permintaan akan produk seperti meja, kursi dan barang mebel lainnya akan meningkat.

Lebih lanjut Timbul memaparkan jika berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, data pertumbuhan industri manufaktur ini diambil dari kinerja pada bulan sebelumnya. Diakui Timbul pada bulan Oktober, biasanya permintaan akan produk mengalami kenaikan.

“Untuk mengejar momen Natal dan Tahun Baru, biasanya pelaku-pelaku industri furnitur mulai mengirimkan barangnya pada Oktober, baik untuk ekspor maupun dalam negeri,” jelas Timbul.

Timbul menambahkan kebanyakan produk-produk furnitur yang dikirim keluar negeri didominasi produk dalam ruangan. Di antaranya seperti meja, kursi, atau rak-rak kabinet. Pasalnya, produk ini biasa dipasok ke negara-negara Eropa yang tengah mengalami musim dingin.

Sementara itu, berdasarkan data BPS DIY, pertumbuhan produksi IBS pada Triwulan III 2017 mencapai 1,76%. Kepala BPS DIY, JB Priyono menambahkan pertumbuhan industri didongkrak oleh pertumbuhan jenis industri furnitur.

“Hal ini sejalan dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang di tingkat nasional yang juga tumbuh positif sebesar 2,27 persen. Kendati dibandingkan nasional, masih lebih rendah. Secara year on year, industri furnitur menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada triwulan III 2017 sebesar 14,05 persen,” papar Priyono.

Sedangkan pertumbuhan produksi triwulanan industri mikro kecil di DIY pada triwulan III 2017 dibandingkan triwulan II 2017 mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,93%.

Jika dibandingkan dengan pertumbuhan produksi secara nasioanl, maka pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro kecil di DIY pada triwulan III 2017 lebih tinggi sebesar 2,27 poin.

“Meningkatnya pertumbuhan produksi triwulan III dibandingkan triwulan II didongkrak oleh pertumbuhan yang cukup tinggi untuk beberapa jenis industri IMK dan mempunyai share yang besar terhadap pembentukan output produksi industri mikro kecil secara keseluruhan,” jelas Priyono.

lowongan pekerjaan
ASTRA DAIHATSU KLATEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Presiden Mantu, UKM Terbantu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (7/11/2017). Esai ini karya Suharno, dosen di Program Studi Akuntansi dan Magister Manajemen Universitas Slamet Riyadi Solo. Alamat e-mail penulis adalah suharno_mm_akt@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Presiden Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi memang pribadi yang…