Pemres Solopos Suwarmin menerima kunjungan jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Kamis (9/11/2017). (Farida T/JIBI/Solopos) Pemres Solopos Suwarmin menerima kunjungan jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Kamis (9/11/2017). (Farida T/JIBI/Solopos)
Jumat, 10 November 2017 07:10 WIB Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos Solo Share :

Ini Persiapan BBWS Bengawan Solo Tanggulangi Banjir

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo telah menyiapkan langkah-langkah menanggulangi banjir di Soloraya.

Solopos.com, SOLO — Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo (BS) telah menyiapkan beragam langkah untuk menanggulangi banjir di wilayah Soloraya. Ini dilakukan karena secara demografi Kota Solo rentan banjir.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo (BS) Charisal Akdian Manu, saat berkunjung ke Griya Solopos, 9 November lalu mengatakan Kota Solo yang memiliki luas 44,03 kilometer persegi merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo yang luasnya mencapai 19.778 kilometer persegi.

Sungai yang membentang sepanjang 617 kilometer ini mengalir dari Gunung Lawu hingga bermuara di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Alhasil, persoalan banjir setiap musim hujan tak terelakkan.

“Potensi luas daerah langganan banjir mencapai 1.112 km2 atau 5,6% luas Sungai Bengawan Solo. Selain Bengawan Solo, Solo juga dilalui anak sungainya, yakni Kali Pepe, Kali Premulung, Kali Jenes, dan Kali Gajah Putih [Kali Anyar, yang berpotensi terjadinya banjir. Maka dari itu, diperlukan suatu tindakan dan sistem yang terintregasi dan terpusat dalam rangka kesiapsiagaan bencana ini,” paparnya.

Di sisi lain, BBWS menyiapkan berbagai peralatan penanggulangan banjir. Antara lain, adanya rumah pompa, pompa banjir mobile, dump truck, alat berat, hingga bahan penahan banjir. Selain itu, adanya titik pantau hidrologi berbasis telemetri serta keberadaan Posko banjir.

Rumah Pompa

Dalam hal ini ada sebanyak empat rumah pompa yang terletak di sejumlah titik. Pertama, rumah pompa Pucangsawit yang memiliki kapasitas 2×1.000 liter/detik.

Kedua, rumah pompa Joyontakan yang berkapasitas 2×1.000 liter/detik, ketiga rumah pompa Langenharjo berkapasitas 1×1.000 liter/detik, dan keempat rumah pompa Demangan berkapasitas 3×1.000 liter/detik dan 3×3.000 liter/detik.

Sedangkan pompa banjir mobile ada di tiga titik, yakni di drainase utama Demangan dan dua unit di Kali Pepe hulu di jembatan Komplang Banjarsari.

Di samping itu, ada 4 unit dump truck milik BBWS Begawan Solo dan 65 unit milik pelaksana konstruksi Sumber Daya Air (SDA). Begitu pula dengan ekskavator 48 unit, buldoser 14 unit, crane 4 unit, dan trailer 2 unit.

“Selain ada pos hujan yang tersebar di sekitar Kota Solo, ada pula pos tinggi muka air [TMA] anak Sungai Bengawan Solo, yakni pos Colo, Serenan, dan Jurug. Sedangkan pantauan TMA di Kali Dengkeng ada di Jarum, Kali Samin di Peren, dan Kali Anyar di Gilingan,” imbuhnya.

lowongan pekerjaan
PT. Merak Jaya Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pembuang Makanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (30/11/2017). Esai ini karya Setyaningsih, esais dan penghayat pustaka anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Tahun lalu ternyata Indonesia memiliki prestasi yang wah cenderung angkuh. Prestasi itu bukan kemenangan di bidang olahraga,…