General Manager Grand Inna Malioboro, Agus Arif Wibawanto berbincang dengan Samdhy, seorang pejuang Tentara Pelajar di bekas kamar Panglima Besar Jendral Soedirman di Hotel Grand Inna Malioboro, Jogja, Jumat (10/11/2017). (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja) General Manager Grand Inna Malioboro, Agus Arif Wibawanto berbincang dengan Samdhy, seorang pejuang Tentara Pelajar di bekas kamar Panglima Besar Jendral Soedirman di Hotel Grand Inna Malioboro, Jogja, Jumat (10/11/2017). (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 10 November 2017 20:40 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

HARI PAHLAWAN
Ada Ruang Kerja Jenderal Soedirman di Hotel Grand Inna Malioboro

Veteran pejuang kemerdekaan napak tilas ke Hotel Grand Inna Malioboro.

Solopos.com, JOGJA— Hotel Grand Inna Malioboro Jogja merayakan peringatan Hari Pahlawan dengan mengundang pelaku sejarah perjuangan kemerdekaan yang masih hidup di Jogja, pada Jumat (10/11/2017).

Dalam acara peringatan Hari Pahlawan, Hotel Grand Inna Malioboro mengundang salah satu pejuang kemerdekaan dalam peristiwa Serbuan Kotabaru Samdhy. Kakek 90 tahun itu mengingatkan akan pentingnya Pancasila.

“Itu jalan hidup kita, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45, siapa yang mau mengubah berhadapan dengan kami [Veteran],” ujar Samdhy, Jumat (10/11/2017).

Samdhy hadir bersama veteran perang yang tergabung dalam Paguyupan Wehkrkreis (Daerah Perlawanan) III Yogyakarta. Kehadiran mereka ke Grand Inna Malioboro sekaligus melakukan napak tilas. Sebab gedung Grand Inna Malioboro dulunya adalah Markas Besar Oemoem Tentara Keamanan Rakyat pimpinan Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Bahkan ada sebuah kamar hotel yang merupakan bekas ruang kerja Jendral Soedirman. Ruangan kamar hotel itu kini bernama Suite Sudirman 291. Dikatakannya, saat berperang bersama Soedirman, usianya kala itu masih belasan tahun.

Dari pengalaman berperang mengusir penjajah di Kota Jogja hingga perang Ambarawa, dirinya terkesan dengan sosok Soerdirman. Jendral Soedirman menurutnya adalah orang yang jenuis.

“Melawan Belanda tidak berhadap-hadapan terus, memilih perang terus tapi sedikit-sedikit, terus dia matikan keran airnya yang mengarah ke Kota,” kata dia menceritakan taktik perang yang dilakukan Soedirman melawan Belanda.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…