Kapolsek Berbah, Kompol Suhadi menunjukkan pistol yang berhasil disita dari HIA, 17 pelajar SMA saat akan menjualnya di Jl. Jogja-Wonosari, Kamis (9/10/2017). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Kapolsek Berbah, Kompol Suhadi menunjukkan pistol yang berhasil disita dari HIA, 17 pelajar SMA saat akan menjualnya di Jl. Jogja-Wonosari, Kamis (9/10/2017). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 10 November 2017 17:40 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Duh Dek..Pelajar SMP di Bantul Jual Pistol di Facebook

Jual pistol air soft gun, pelajar Bantul diciduk polisi.

Solopos.com, SLEMAN— Pelajar kelas dua salah satu SMK di Bantul berinisial HIA diciduk polisi saat akan melakukan jual beli pistol di depan sebuah taman bermain di Jalan Jogja-Wonosari wilayah Berbah, Sleman. Remaja berusia 17 tahun itu diketahui mengantongi senjata tanpa memiliki surat izin.

Rencananya ia akan menjual senjata yang sempat dimiliknya beberapa waktu tersebut dengan harga Rp2 juta. Senjata ini sebelumnya dibeli secara online melalui Facebook seharga Rp2,5 juta. Kapolsek Berbah, Kompol Suhadi mengatakan pelaku merasa bosan dengan senjata yang dimilikinya itu kemudian bermaksud menjualnya juga melalui sosial media yang sama. Senjata itu kemudian diminati pembeli yang merupakan anggota satuan Polsek Berbah.

“Saat ketemuan untuk serah terima barang itu kemudian kami amankan, ketika digeledah ternyata pistol jenis air soft gun,” jelasnya, Jumat (10/11/2017). Warga Palbapang, Bantul ini juga tidak bisa menujukkan surat kelengkapan kepemilikan senjata sehingga langsung digelandang ke Polsek Berbah pada akhir bulan lalu.

Berdasarkan pengakuan pelaku, senjata itu dimilikinya hanya untuk berjaga-jaga apabila diserang oleh kelompok lain. Namun, Kompol Suhadi menyatakan jika pelaku tetap diproses dengan Pasal 1 UU Darurat Nomor. Atas perbuatannya, remaja ini tidak ditahan namun dikenakan wajib lapor.

Ia menguraikan meski pistol  tersebut merupakan mainan namun kepemilikan senjata air soft gun diatur secara ketat. Pasalnya, dalam beberapa kasus, senjata ini tetap berbahaya karena kerap digunakan pelaku kejahatan. Selain itu, ada kecendurungan warga sipil bersikap enteng dan sewenang-wenang ketika memiliki senpi jenis ini. Terlebih lagi, pelaku merupakan anak yang masih berusia di bawah umur.

lowongan pekerjaan
CV SENTRA CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Presiden Mantu, UKM Terbantu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (7/11/2017). Esai ini karya Suharno, dosen di Program Studi Akuntansi dan Magister Manajemen Universitas Slamet Riyadi Solo. Alamat e-mail penulis adalah suharno_mm_akt@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Presiden Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi memang pribadi yang…