Kamis, 9 November 2017 06:40 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

UGM Kekurangan Ratusan Dosen

Rasio jumlah mahasiswa dan dosen di UGM belum ideal.

Solopos.com, SLEMAN— Universitas Gadjah Mada (UGM) saat ini masih kekurangan sekitar 100 tenaga pengajar.
Rektor UGM Prof Panut Mulyono mengakui, rasio dosen dengan mahasiswa di UGM memang belum sepenuhnya ideal. Hanya, rasio tersebut sudah masuk kategori baik sesuai dengan aturan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Posisi rasio dosen dan mahasiswa UGM berada di angka 1:21. “Kalau bilang ideal ya belum sih, karena beban mengajar kami masih sangat tinggi. Ideal itu sebetulnya tidak semata-mata karena jumlah perbandingan, rasio dosen dengan mahasiswa,” ungkap Panut Rabu (8/11/2017).

Ia menjelaskan, faktor lain yang perlu dilihat dalam menentukan idealnya suatu perguruan tinggi adalah jumlah prodi. Jika suatu jurusan perbandingan dosen mahasiswa 1:20, tetapi prodinya banyak, dosen harus mengajar di berbagai prodi sehingga jumlah sistem kredit semester (SKS) yang diajarkan menjadi banyak.

Berbeda dengan jika di satu departemen atau jurusan namun prodinya sedikit, sehingga jumlah mata kuliah yang harus diampu seorang dosen relatif sedikit pula.
“Kalau berbicara ideal tidak semata-mata berbicara perbandingan dosen mahasiswa, tetapi berapa SKS seorang dosen itu mengajar dalam satu semester,” kata dia.

UGM sendiri, lanjut Panut, memiliki jumlah prodi yang relatif banyak. Sehingga seorang dosen beban mengajarnya besar. Namun dari sisi perbandingan standar Kemenristekdikti sudah tergolong baik, yaitu 1:20 untuk eksakta dan 1:30 untuk mata kuliah ilmu sosial.

Ia menegaskan, pihaknya masih kekurangan dosen karena prodi di UGM relatif banyak. Jumlah dosen saat ini ada 2.574 orang. Karena untuk standar internasional rasio tersebut lebih ketat lagi. Untuk penilaian akreditasi internasional belum baik dari sisi jumlah dosen. “Kalau kekurangan, [100 dosen] itu lebih,” ungkap dia.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Menduniakan Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (28/10). Esai ini karya Vilya Lakstian Catra Mulia, dosen Linguistik di Jurusan Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah vilyalakstian@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Perkembangan dunia saat…