Timnas Kroasia merayakan gol di pertandingan Piala Eropa 2016. (REUTERS/Regis Duvignau)
Kamis, 9 November 2017 06:25 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Internasional Share :

PIALA DUNIA 2018
Lawan Yunani di Play-Off, Kroasia Punya Bekal Sempurna

Piala Dunia memasuki babak play-off.

Solopos.com, ZAGREP — Kroasia pantas mendapat julukan Raja Play-off. Bagaimana tidak, tim berjuluk Vatreni ini menorehkan rekor sempurna dalam empat kali play-off turnamen besar.

Rekor Kroasia itu diukir pada play-off Piala Dunia 2014 dan Piala Dunia 1998, serta play-off Euro 2012 dan Euro 2014. Jadi, play-off bukanlah panggung asing bagi Luka Modric dkk. Kroasia pun pantas percaya diri ketika bertemu Yunani pada play-off Piala Dunia 2018.

Sejak terbentuk sebagai negara mandiri,  Kroasia hampir selalu menjadi kontestan turnamen besar. Mereka sembilan kali tampil di putaran final, dari 11 kualifikasi yang diikuti. Sebenarnya, Vatreni juga digadang-gadang lolos otomatis ke Piala Dunia 2018.

Tapi apa daya, Kroasia yang sempat bertengger di puncak klasemen Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa secara dramatis dipecundangi Islandia. Islandia finis sebagai juara Grup I dan berhak lolos langsung ke Piala Dunia 2018 di Rusia.

Sementara Kroasia dipaksa bertempur hingga laga terakhir melawan Ukraina untuk memastikan tiket play-off. Pelatih Ante Cacic dipecat dan digantikan Zlatko Dalic. Di bawah komando Dalic, Ivan Rakitic dkk. meraih kemenangan 2-0 atas Ukraina dan berhak finis sebagai runner-up untuk mengantongi tiket play-off.

Kroasia menjadi tuan rumah pada leg pertama kontra Yunani di Stadion Maksimir, Zagreb, Jumat (10/11/2017) pukul 02.45 WIB. Ivan Perisic cs. pun berambisi langsung tancap gas pada leg pertama ini, apalagi mereka bermain di kandang.

“Menang di leg pertama akan membuat hidup lebih mudah pada leg kedua. Yunani merupakan tim defensif dan berusaha  mati-matian meraih clean sheet, namun kami cukup galak di depan untuk meraih hasil bagus di Zagreb,” jelas Perisic seperti dilansir Reuters, Rabu (8/11/2017).

“Semua tergantung kami, seperti ketika  melawan Ukraina. Pelatih baru telah menyuntikkan ide segar dan kami main dengan penampilan terbaik di laga vital,” sambungnya.

Pendukung Kroasia berharap Mandzukic kembali pulih 100 persen setelah mengalami cedera hamstring ketika membela Juventus menundukkan Benevento pada Seri-A, Minggu (5/11/2017). Jika Mandzukic belum pulih, Dalic masih bisa mengandalkan Andrej Kramaric dan bomber Milan, Nikola Kalinic, sebagai ujung tombak timnya.

Yunani juga diterpa badai cedera. Kapten Vasilis Torosidis dan bek tengah Sokratis Papastathopoulos berjuang memulihkan cedera masing-masing agar bisa tampil sempurna di Zagreb. Sementara itu, Pelatih Yunani, Michael Skibbe, harus memilih Kyriakos Papadopoulos atau Panagiotis Retsos, menggantikan Costas Manolas yang terkena sanksi FIFA karena manipulasi akumulasi kartu kuning.

lowongan pekerjaan
GURU MADRASAH, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Menduniakan Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (28/10). Esai ini karya Vilya Lakstian Catra Mulia, dosen Linguistik di Jurusan Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah vilyalakstian@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Perkembangan dunia saat…