Sejumlah warga negara Timor Leste menyimak penjelasan anggota Gapoktan Kopi Gunung Kelir, Doesoen Kopi Sirap, Jambu, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (8/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Sejumlah warga negara Timor Leste menyimak penjelasan anggota Gapoktan Kopi Gunung Kelir, Doesoen Kopi Sirap, Jambu, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (8/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Kamis, 9 November 2017 01:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra Feature Share :

FOTO PERKEBUNAN JATENG
Kopi Sirap Dipelajari Timor Leste

Perkebunan kopi di Jateng diperlajari Timor Leste.

Warga negara Timor Leste belajar budi daya kopi robusta dari Gapoktan Kopi Gunung Kelir, Doesoen Kopi Sirap, Jambu, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (8/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Warga negara Timor Leste belajar budi daya kopi robusta dari Gapoktan Kopi Gunung Kelir, Doesoen Kopi Sirap, Jambu, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (8/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kopi Gunung Kelir di Doesoen Kopi Sirap, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/11/2017), ketamuan sejumlah warga negara Timor Leste. Kedatangan warga negara tetangga itu adalah untuk belajar budi daya kopi robusta dari insan perkebunan Dusun Sirap, Jambu, Kabupaten Semarang itu.

[Baca juga Tour de Coffee Dikenalkan ke Pengusaha Asing ]

Selain belajar cara budi daya, warga negara Timor Leste yang merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) itu juga belajar pengolahan, pemasaran kopi, dan pengemasan kebun kopi. Doesoen Kopi Sirap di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jateng kini telah menjadi destinasi wisata binaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…