Anggota Satlantas Polres Karanganyar, sukarelawan, dan PMI mengevakuasi korban meninggal yang terjepit di bagian depan bus Eka saat kecelakaan di Kebakkramat, Kamis (9/11/2017). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos) Anggota Satlantas Polres Karanganyar, sukarelawan, dan PMI mengevakuasi korban meninggal yang terjepit di bagian depan bus Eka saat kecelakaan di Kebakkramat, Kamis (9/11/2017). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)
Kamis, 9 November 2017 18:15 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

KECELAKAAN KARANGANYAR
Bus Eka Hajar Truk dan Rumah, Begini Kesaksian Penumpang

Bus Eka yang menabrak rumah di Kebakkramat, Karanganyar, mengangkut lima penumpang.

Solopos.com, KARANGANYAR — Bus Eka berpelat nomor S 7361 US rute Surabaya-Jogja PP mengangkut lima orang penumpang saat menabrak truk dan rumah kosong di Jalan Raya Solo-Sragen Kilometer 12, Dukuh Nglarangan, Desa Kebak, Kebakkramat, Kamis (9/11/2017) pukul 03.00 WIB.

Kelima penumpang itu selamat. Namun, satu orang yaitu kernet bus meninggal dunia di lokasi kejadian. Kernet bernama Jasman, 50, warga Kabupaten Jombang, Jawa Timur, itu terjepit di antara bodi bus dengan rumah yang ditabrak.

Bus yang melaju dari Surabaya ke Jogja itu dikemudikan Ari Irwansah, 32, warga Dukuh Kwali, Desa Kebondalem, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara. Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, bus itu menabrak truk berpelat nomor AE 8251 UB bermuatan besi yang berhenti di bahu jalan sebelum menabrak rumah.

Sedangkan rumah yang ditabrak merupakan milik Katri Joko, 49. Rumah itu dalam keadaan kosong saat kejadian. Selain rumah, bus juga menabrak gerobak hik milik Ngadimo, 55, warga Tugu, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten.

Anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar bersama sukarelawan dan warga mengevakuasi bus menggunakan dua alat berat, yakni mobil derek dan crane. Mereka juga menggunakan alat pemotong besi untuk mengevakuasi tubuh kenek yang terjepit.

Mobil derek untuk menarik bangkai bus dan crane untuk mengangkat sebagian badan bus yang terjebak di parit. Pemilik rumah, Katri Joko, mendengar benturan keras saat hendak tidur di rumah lain tidak jauh dari rumah miliknya yang rusak.

“Saya pulang ke rumah satunya sekitar pukul 00.00 WIB. Saya tidur lalu mendengar suara keras. Brak! Pas keluar, bus sudah menabrak rumah saya,” tutur dia kepada Solopos.com, Kamis siang.

Lima penumpang di dalam bus berusaha menyelamatkan diri setelah bus menabrak rumah. Warga sekitar membantu penumpang ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Mereka mengalami luka-luka akibat benturan maupun pecahan kaca.

Salah satu penumpang bus, Daliman, 44, duduk di kursi depan tepat di belakang kernet. Menurut dia, laju bus tidak stabil sejak dari Mantingan. Dia mengaku waswas hingga tidak bisa tidur.

“Saya merasa ada yang aneh. Bus tidak normal. Seolah-olah pengemudi kurang mahir. Padahal sebelumnya enggak apa-apa. Saya tidur dari Surabaya-Mantingan,” tutur dia.

Warga Bekonang itu berencana turun di Terminal Tirtonadi Solo. Dia mengingat sebelum kecelakaan itu kernet bus bernyanyi lagu campursari. Dia dan penumpang lain menyelamatkan diri melalui pintu belakang bus.

Evakuasi korban meninggal dilakukan di lokasi lain. Salah satu pertimbangannya karena warga berkerumun di sekitar lokasi kejadian semakin banyak. Selain itu, lalu lintas di sekitar lokasi kejadian macet.

Sukarelawan Tim SAR Karanganyar, M. Fauzan, menyampaikan evakuasi korban membutuhkan waktu berjam-jam karena menunggu mobil derek dan crane. “Bus dibawa ke lokasi lebih aman karena banyak warga menonton. Bus dibawa ke timur Pos Polisi Sroyo. Kami memotong bagian bus menggunakan mesin pemotong. Beberapa bagian tubuh kernet terjepit bodi bus,” ujar dia.

Kanit Laka Satlantas Polres Karanganyar, Iptu Sutarno, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menyampaikan sopir bus sudah diamankan. “Kami masih menyelidiki penyebab kecelakaan. Dugaan sementara sopir mengantuk. Korban meninggal berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Karanganyar. Evakuasi dilakukan setelah bus dibawa ke lokasi aman.”

lowongan pekerjaan
ASTRA DAIHATSU KLATEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Menduniakan Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (28/10). Esai ini karya Vilya Lakstian Catra Mulia, dosen Linguistik di Jurusan Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah vilyalakstian@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Perkembangan dunia saat…