Karangan bunga bekas ucapan selamat atas pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution menumpuk di lapangan Banyuanyar, Solo, Kamis (9/11/2017) pagi. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Karangan bunga bekas ucapan selamat atas pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution menumpuk di lapangan Banyuanyar, Solo, Kamis (9/11/2017) pagi. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Kamis, 9 November 2017 22:35 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

JOKOWI MANTU
Mereka yang Mengais Berkah dari Karangan Bunga Bekas Mantenan Kahiyang

Karangan bunga bekas pernikahan Kahiyang-Bobby diburu warga untuk dijual kembali.

Solopos.com, SOLO — Sebagian besar karangan bunga berisi ucapan selamat atas pernikahan Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution telah dipindah dari tepi Jl. Letjen Suprapto menuju Lapangan Banyuanyar, Solo, Kamis (9/11/2017) pagi.

Ratusan karangan bunga tersebut dialihkan dari tepi jalan agar tidak menganggu arus lalu lintas maupun aktivitas masyarakat seusai resepsi pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. Karangan bunga di lapangan Banyuanyar menjadi barang rebutan warga. (Baca: Karangan Bunga untuk Kahiyang Banjiri Graha Saba, Tim Jihandak Bertindak)

Pada Kamis pagi, ratusan karangan bunga sudah dalam kondisi berantakan. Karangan bunga itu telah diobrak-abrik warga yang menginginkan bagian tertentu saja dari karangan bunga tersebut. Salah satu warga Banjarsari, Suran, 47, ikut mengobrak-abrik karangan bunga agar bisa mendapat bagian cagak bambu dan kardus pada karangan bunga bekas.

Suran mengambil cagak bambu dan kardus pada karangan bunga bekas karena laku dijual. Menurut dia, beberapa toko bunga di Kota Solo masih bersedia membeli cagak tersebut untuk diolah menjadi cagak karangan bunga baru.

Sedangkan kardus bisa dijual ke tukang rongsokan. Suran mengatakan cagak bambu bekas laku dijual dengan harga sekitar Rp3.000/batang. Hingga Kamis pukul 11.00 WIB, Suran telah mengumpulkan 26 karangan bunga bekas. Artinya, dia telah memperoleh 26 cagak. (Baca: Angin Kencang, Karangan Bunga Untuk Kahiyang-Bobby Bertumbangan)

“Beberapa toko bunga ada yang mau [membeli cagak], ada yang enggak. Tapi sekarang saya sudah dapat toko bunga yang mau membeli cagak bekas. Saya juga sudah tahu di mana tempat yang mau membeli kardus saya ini nanti. Jadi saya sekarang bersemangat bersaing dengan yang lain untuk mengumpulkan karangan bunga,” kata Sunar saat ditemui Solopos.com di Lapangan Banyuanyar, Kamis siang.

Sunar mengatakan kali ini tidak mengambil bagian sterofoam dan bunga pada karangan bunga bekas karena tidak laku dijual. Dia akan mengambil sterofoam dan bunga jika dibutuhkan untuk keperluan pribadi saja.

Menurut Sunar, jumlah karangan bunga ucapan selamat atas pernikahan putri Presiden tergolong sangat banyak dibandingkan jumlah karangan bunga tersebut dengan jumlah karangan bunga pada acara pernikahan yang digelar orang lain di Solo.

“Saya lihat karangan bunganya sangat banyak. Saya jarang atau bahkan tidak pernah melihat karangan bunga sebanyak ini di acara pernikahan orang lain sebelumnya. Mungkin karena yang menggelar acara Pak Presiden ya. Jadi karangan bunga datang atas pesanan banyak orang dari seluruh Indonesia,” terang Sunar.

Personel linmas Kota Solo, Santi Cahyo, kesulitan menjaga karangan bunga di lapangan Banyuanyar tetap tertata rapi. Menurut dia, banyak warga yang antusias mengambil bagian-bagian pada karangan bunga bekas tersebut untuk dibawa pulang atau dijual.

Santi menerangkan karangan bunga dipindah ke Lapangan Banyuanyar hanya untuk sementara agar tidak lagi berada di tepi jalan. Membutuhkan waktu terlalu lama jika karangan bunga langsung dibuang ke TPA Putri Cempo yang jaraknya cukup jauh dari seputaran Graha Saba Buana.

“Karangan bunga hanya transit di sini. Karangan bunga selanjutkan akan dibuang ke TPA. Saat karangan bunga di sini, ada banyak warga yang datang ke Lapangan Banyuanyar untuk mengambil bagian-bagian pada karangan bunga itu. Mereka datang untuk mengambil bagian-bagian karangan bunga mulai dari bunganya, sterofoam, kardus, maupun kayu-kayunya. Kami kesulitan jika harus melarang mereka. Kami hanya meminta mereka tidak mengobrak-abrik karangan bunga untuk memudahkan petugas kebersihan,” jelas Santi.

 

lowongan pekerjaan
GURU MADRASAH, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Menduniakan Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (28/10). Esai ini karya Vilya Lakstian Catra Mulia, dosen Linguistik di Jurusan Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah vilyalakstian@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Perkembangan dunia saat…