Ilustrasi razia PGOT (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi razia PGOT (JIBI/Solopos/Dok.)
Kamis, 9 November 2017 21:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

JOKOWI MANTU
Banyak Orang Gila di Sekitar Lokasi Pernikahan Kahiyang-Bobby, Kasatpol PP Heran

Petugas Satpol PP menangkap tujuh orang gila saat pernikahan Kahiyang-Bobby.

Solopos.com, SOLO — Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo mengamankan sedikitnya tujuh orang gila yang berkeliaran di sekitar Gedung Graha Sabha Buana saat pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kahiyang Ayu dengan M. Bobby Afif Nasution, Rabu (8/11/2017).

Kepala Satpol PP Solo, Sutarjo, pun mengaku heran dengan hal tersebut. “Sebelum hari H kan kami sudah operasi PGOT [pengamen gelandangan dan orang telantar] termasuk orang gila. Kok waktu hari H ya masih ada saja orang gila yang berkeliaran di sekitar lokasi acara. Kok yo tahu ada ramai-ramai di Sumber,” kata Sutarjo saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (9/11/2017). (Baca: Ada Perempuan Memohon-Mohon Diizinkan Bantu Memasak di Resepsi Kahiyang-Bobby)

Beruntung aktivitas orang gila tersebut tidak sampai mengganggu kenyamanan tamu maupun petugas pengamanan yang beraktivitas di sekitar gedung Graha Saba Buana. “Ya ada yang mengomel sendiri, bicara sendiri, indikasi kurang waras itu sangat jelas, bajunya tidak rapi dan sebagainya. Akhirnya sama petugas langsung diamankan dengan cara yang halus, pura-pura diajak ke mana dulu begitu, tapi langsung saat itu kami antar ke Griya PMI,” jelas dia.

Sutarjo menjelaskan dua hari sebelum pernikahan Kahiyang Bobby, Satpol PP sudah gencar operasi PGOT tidak hanya di kawasan Banjarsari tapi hampir di seluruh kota yang sering menjadi kantong PGOT. Saat itu Satpol PP menciduk 68 PGOT dan langsung dikumpulkan untuk tinggal sementara di Griya PMI. (Baca: Satpol PP Ditugaskan Halau PGOT Saat Pernikahan Kahiyang)

“Nah rencananya 68 PGOT itu mulai kami kembalikan, kami antar ke kota asal mereka besok Jumat [10/11/2017]. Orang gila akan kami serahkan kepada rumah sakit jiwa,” imbuh dia.

Sementara itu, setelah pernikahan Kahiyang-Bobby, seluruh petugas Satpol PP kembali bertugas seperti biasa. Sebelumnya mereka telah bertugas membantu aparat mengamankan lokasi pernikahan hampir sehari semalam, namun agenda rutin setiap Kamis yakni patroli PKL tetap berjalan.

“Yang kami liburkan sementara adalah razia tempat indekos. Sore ini libur dulu sehari, besok mulai razia lagi,” ujar Sutarjo.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuriyanto, menjelaskan saat hari H pernikahan Kahiyang-Bobby, 43 personel Satpol PP dikerahkan dan mereka bertugas hingga pukul 23.00 WIB. Petugas Satpol PP membantu aparat mengamankan lokasi dari kerumunan warga yang berusaha nekat mendekati Gedung Graha Sabha Buana saat tamu-tamu VVIP dan VIP berdatangan atau keluar gedung.

“Memang sangat melelahkan. Anda lihat sendiri, warga dihalau petugas bukannya takut malah pada nekat lari. Tapi inilah tugas kami dan hari ini kami kembali beraktivitas seperti hari biasanya, Kamis agendanya patroli, pun tetap jalan. Bagi kami ini hal biasa,” kata Agus.

Patroli PKL Kamis kemarin digelar di dua lokasi yakni di Jl. Honggowongso dan Jl. Muh. Yamin. “Petugas menggelar operasi untuk agenda peringatan, ya menyampaikan surat peringatan kepada PKL yang melanggar ketentuan.”

 

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Menduniakan Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (28/10). Esai ini karya Vilya Lakstian Catra Mulia, dosen Linguistik di Jurusan Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah vilyalakstian@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Perkembangan dunia saat…