Para calon jamaah haji tahun 2018 menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti tes kebugaran di Alun-alun Wates, Kulonprogo, Kamis (9/11/2017).(Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Para calon jamaah haji tahun 2018 menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti tes kebugaran di Alun-alun Wates, Kulonprogo, Kamis (9/11/2017).(Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 9 November 2017 17:55 WIB Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Ini Rangkaian Tes Kebugaran untuk Calon Haji 2018

Sebanyak 326 calon jamaah haji (calhaj) asal Kulonprogo tahun 2018 mengikuti tes kebugaran di Alun-alun Kamis (9/11/2017)

Solopos.com, KULONPROGO –Sebanyak 326 calon jamaah haji (calhaj) asal Kulonprogo tahun 2018 mengikuti tes kebugaran di Alun-alun Kamis (9/11/2017). Mereka diingatkan mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat sebelum berangkat ke tanah suci.

Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo, Slamet Riyanto mengatakan sekitar 70% dari rangkaian ibadah haji merupakan ibadah fisik.

Meski masih lebih dari delapan bulan sebelum masa pemberangkatan, para calhaj dituntut mempersiapkan diri dengan melatih kemampuan fisik masing-masing. “Harus sudah mulai mempersiapkan kondisi fisiknya,” ujar Slamet.

Slamet menerangkan, tes kebugaran diawali dengan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis. Kondisi fisik setiap calhaj akan dicek, seperti tekanan darah, kadar gula darah, hingga tingkat kolesterol. Dokter kemudian akan memisahkan mereka dalam tiga kategori dengan pemberian pita berwarna hijau, kuning, atau merah.

Pita hijau menyatakan calhaj dalam kondisi sehat. Mereka yang diberi pita hijau diminta mengikuti tes kebugaran dengan metode jalan rockport. Metode itu dipakai untuk menilai kesanggupan kardiovaskuler saat beraktivitas fisik.

“Jarak yang ditempuh sejauh 1.600 meter lalu dilihat berapa menitnya [waktu tempuh],” kata Slamet.

Jika dokter menemukan indikasi penyakit atau kelainan fisik tertentu, calhaj bersangkutan diberi pita kuning. Mereka lalu diarahkan menjalani six minute walk test.

Tim akan mengukur panjangnya jarak yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama enam menit. Hasilnya dijadikan bahan pertimbangan dalam penentuan metode latihan fisik yang sesuai.

Slamet menambahkan, mereka yang mendapat pita merah tidak perlu ikut tes kebugaran tetapi hanya konsultasi dokter. “Haji berangkat sekitar Juli. Jadi selama itu bisa dilakukan pembinaan dan melihat bagaimana perubahan kondisi fisiknya,” ucap dia.

lowongan pekerjaan
PT.BPR DANA UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Menduniakan Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (28/10). Esai ini karya Vilya Lakstian Catra Mulia, dosen Linguistik di Jurusan Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah vilyalakstian@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Perkembangan dunia saat…