Foto Sungai di bawah Jembatan Miri, Sewon, Bantul penuh sampah. (JIBI/Harian Jogja/Endro Guntoro)
Kamis, 9 November 2017 11:55 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Ini Ancaman Hukuman Pembuang Sampah Sembarangan, Masih Mau Nekat?

Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bantul akan menindak tegas masyarakat yang membuang sampah sembarangan di kawasan Bantul

Solopos.com, BANTUL–Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bantul akan menindak tegas masyarakat yang membuang sampah sembarangan di kawasan Bantul.

Sekretaris DLH, Indriyanta mengatakan bahwa pemasangan peringatan pada masyarakat dengan denda Rp 50 juta. “Sosialisasi sudah kok tidak ada jeranya. Bukan maksud memiskinkan tapi ya warning aja agar masyarakat lebih peduli lingkungan,” kata Indriyanta, Rabu (8/11/2017).

Namun menurutnya masih akan ada musyawarah atau diskusi terkait pembuang itu. “Ya kita masih membuka jalur komunikasi, tidak serta merta langsung menindak juga, tapi jika memang suudah kelewatan ya akan ada tindakan lebih tentu saja” ujar Indri.

“Semoga ya masyarakat jadi sadar dan jera untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tambahnya.

Kebanyakan masyarakat juga masih belum bisa atau tidak mau memilah sampah-sampah itu.

Langkah tersebut menurutnya dalam upaya mencapai Trisukses di DLH, terutama kabupaten Bantul, yang pertama adiwiyata, piala adipura, yang ketiga yaitu Bantul bersih sampah.

Menurutnya tempat-tempat wisata masih menyumbang sampah liar yang terbanyak selain juga setelah adanya berbagai kegiatan di Bantul. “Kalau di acara-acara seperti itu kan memang tidak pernah ada sepertinya dibentuk panitia khusus menangani sampah itu,” ujar Indri.

Sebelumnya Kepala Dusun Sundi Kidul, Argorejo, Sedayu, Kusdi dalam upaya mendukung pemerintah tersebut berupaya membentuk dusun siaga yang juga punya upaya kedepan membangun sebuah Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

“Kami masih berupaya mencari tempat penampungan itu. Untuk tindakan tegas sendiri kami belum ada, hanya sebatas sosialisasi,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Menduniakan Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (28/10). Esai ini karya Vilya Lakstian Catra Mulia, dosen Linguistik di Jurusan Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah vilyalakstian@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Perkembangan dunia saat…