Berbagai barang dijual di toko online saat bazaar di atrium The Park Mall, Solo baru, Jumat (8/9/2017). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Berbagai barang dijual di toko online saat bazaar di atrium The Park Mall, Solo baru, Jumat (8/9/2017). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Kamis, 9 November 2017 19:30 WIB Edi Suwiknyo/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

BPS Sebut Daya Beli Tergerus, Kemenkeu Beberkan Kenaikan Simpanan di Bank

Kemenkeu menanggapi rilis BPS tentang daya beli yang tergerus dengan membeberkan fakta kenaikan simpanan di bank.

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah menanggapi temuan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut daya beli masyarakat terus tergerus. Kementerian Keuangan menilai stagnasi daya beli yang terjadi selama tiga kuartal terakhir ini terjadi karena masyarakat kelas menegah ke atas cenderung menahan belanja mereka dan memilih menyimpan uang di bank.

Kepala Pusat Kebijakan Makroekonomi Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Adriyanto, menyebut hal itu tampak dari jumlah simpanan masyarakat. Data simpanan di perbankan menunjukkan bahwa simpanan masyarakat kelas menengah justru menunjukkan kenaikan.

Selain itu, menurutnya, stagnasi tersebut terjadi lantaran adanya perubahan pola konsumsi masyarakat yang mulai bergeser ke arah leisure. Kelas menengah saat ini tak lagi membeli bahan sayuran atau bahan makanan, melainkan pergi ke tempat makanan sejenis restoran atau pergi ke suatu tempat untuk berlibur.

“Pola konsumsinya berubah mereka lebih banyak makan ke restoran atau malah semacam jalan-jalan kuliner,” kata Adriyanto di Depok, Kamis (9/11/2017). Baca juga: Masyarakat Kian Hobi Plesir, Siapa Bilang Penurunan Daya Beli?

Pola masyarakat yang cenderung menabung duitnya di bank tersebut juga bukan menjadi tolok ukur penurunan daya beli. Daya beli terus tumbuh kendati melambat, meningkatnya simpanan di bank justru menunjukkan makin bertambahnya kemampuan finansial masyarakat.

Adriyanto yakin pada kuartal IV daya beli masyarakat bakal terus tumbuh. Alasannya, biasanya akhir tahun konsumsi masyarakat bakal meningkat seiring momentum peringatan hari raya keagamaan dan libur akhir tahun. “Saya yakin masih di angka 5%-an karena ada belanja hari raya,” ujarnya.

BPS sebelumnya merilis data bahwa daya beli masyarakat terus tergerus hingga kuartal ke III/2017. Pada kuartal tersebut daya beli berada di angka 4,93% atau turun dibandingkan kuartal I/2017 sebesar 4,95% dan kuartal II/2017 4,94%.

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Menduniakan Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (28/10). Esai ini karya Vilya Lakstian Catra Mulia, dosen Linguistik di Jurusan Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah vilyalakstian@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Perkembangan dunia saat…