Polisi, tentara, dan warga bersama-sama mengevakuasi pohon tumbang di tikungan Turen, Manyaran, Kamis (2/11/217) lalu. (Istimewa/ Polres Wonogiri) Polisi, tentara, dan warga bersama-sama mengevakuasi pohon tumbang di tikungan Turen, Manyaran, Kamis (2/11/217) lalu. (Istimewa/ Polres Wonogiri)
Kamis, 9 November 2017 17:15 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

BENCANA WONOGIRI
Hujan Disertai Angin, Waspadai Pohon Tumbang dan Tanah Longsor!

Bencana Wonogiri, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terkait ancaman pohon tumbang.

Solopos.com, WONOGIRI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri mengimbau masyarakat mewaspadai pohon tumbang seiring makin tingginya intensitas hujan disertai angin. Masyarakat juga diminta menutup rekahan tanah agar tidak longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, memprediksi selama sepekan ke depan pohon tumbang menjadi salah satu kejadian yang sering terjadi saat hujan disertai angin kencang.

Menurutnya saat ini sudah masuk musim penghujan setelah beberapa waktu peralihan musim atau pancaroba. “Sekarang cuaca masih belum normal, terutama saat hujan pasti anginnya kencang. Sepuluh hari lagi sudah normal,” kata dia, Kamis (9/11/2017).

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat kehujanan di tengah perjalanan. Apalagi jika hujan turun disertai angin kencang, masyarakat jangan berteduh di bawah pohon karena rentan tumbang.

“Pohon di tepi jalan itu banyak yang akarnya kurang kuat karena tidak sampai ke tanah yang dalam. Pohon-pohon itu terkadang ditanam tidak dengan digali yang dalam, tetapi diletakkan di tempat seperti pot besar. Sehingga mudah tumbang,” imbuhnya.

BPBD juga melakukan pemangkasan dahan pohon di sejumlah tempat untuk mengurangi beban pohon.

Dia menambahkan masyarakat juga harus langsung menutup dengan tanah, saat menemukan rekahan tanah. “Rekahan-rekahan yang ada ini berpotensi terjadinya longsor. Semua kecamatan punya potensi longsor,” ungkapnya.

Seorang pengendara yang melintas di jalan tikungan Turen, Manyaran, Kamis (2/11/2017) lalu, menerima lima jahitan setelah menabrak pohon tumbang. Pengendara bernama Teguh Wiranto, 37, Pandanan RT 001/RW 001 Palar, Trucuk, Klaten itu menabrak pohon sangon dengan tinggi 7 meter dan diameter 60 centimeter yang tumbang melintang di jalan.

“Kejadian pohon tumbang itu sekitar dua menit sebelum dia sampai di lokasi. Kebetulan lokasinya berupa tikungan sehingga pengendara tidak melihat kalau ada pohon tumbang di depannya,” kata Kapolres Wonogiri, AKBP Muhammad Tora, melalui Kapolsek Manyaran, Iptu Abu Bakar Sidiq.

lowongan pekerjaan
OPTION EXECUTIVE KTV & BAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Menduniakan Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (28/10). Esai ini karya Vilya Lakstian Catra Mulia, dosen Linguistik di Jurusan Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah vilyalakstian@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Perkembangan dunia saat…