Ilustrasi banjir es (Youtube) Ilustrasi banjir
Kamis, 9 November 2017 23:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Madiun Bersihkan Sungai hingga Patroli Keliling

BPBD Kota Madiun melakukan langkah-langkah mengantisipasi banjir.

Solopos.com, MADIUN — Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi ancaman bencana banjir yang rawan terjadi di wilayah setempat.

Wilayah Kota Madiun yang rawan terjadi banjir di antaranya di Kelurahan Rejomulyo, Kelun, Tawagrejo, dan Pilangbango. Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Agus Hariono mengatakan antisipasi banjir sudah dilakukan timnya sejak terjadinya hujan pertama di Kota Madiun pada akhir Oktober 2017 lalu.

“Beberapa hari lalu kami sudah melakukan pembersihan sungai di titik-titik yang rawan terjadi peluapan. Di antaranya di Gang Pancasila Jalan Mayjen Sungkono,” ujar Agus Hariono kepada wartawan di Madiun, Kamis (9/11/2017).

Dia menambahkan upaya antisipasi lainnya adalah terdapat sejumlah anggota BPBD dan sukarelawan yang melakukan patroli keliling kota untuk melaksanakan pemantauan setiap kali turun hujan.

“Tim yang patroli ada enam personel. Sedangkan anggota lainnya tinggal di posko. Adapun patroli dilakukan di wilayah yang rawan bencana banjir dan angin kencang,” kata dia.

Agus Hariono menambahkan curah hujan akan mulai meningkat pada bulan November ini. Intensitas hujan meningkat hingga diperkirakan mencapai puncaknya pada Bulan Desember 2017 hingga Februari 2018.

Hal itu diketahui berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang tertuang dalam surat edaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada para gubernur dan sekdaprov tertanggal 31 Oktober 2017.

Kota Madiun maasuk dalam wilayah yang rawan bencana banjir saat musim hujan berlangsung karena daerah tersebut berada di aliran Sungai Bengawan Madiun yang merupakan anak sungai dari Sungai Bengawan Solo. Aliran sungai dan anak sungai tersebut rawan meluap ke permukiman karena dipicu beberapa hal, di antaranya pendangkalan dan kondisi drainase kota.

lowongan pekerjaan
CV SENTRA CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Menduniakan Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (28/10). Esai ini karya Vilya Lakstian Catra Mulia, dosen Linguistik di Jurusan Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah vilyalakstian@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Perkembangan dunia saat…