Pesawat tempur jenis T50i di Skadron 15 Lanud Iswahjudi Magetan, Rabu (8/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Pesawat tempur jenis T50i di Skadron 15 Lanud Iswahjudi Magetan, Rabu (8/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Rabu, 8 November 2017 22:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Siap-Siap, 18 Pesawat Tempur akan Berkeliaran di Langit Wilayah Madiun Raya

Langit Madiun Raya akan dihiasi 18 pesawat tempur latihan selama dua pekan.

Solopos.com, MAGETAN — Sebanyak 18 pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara (AU) akan menghiasi langit Madiun Raya pada pertengahan November hingga awal Desember 2017. Masyarakat diperbolehkan menonton proses landing pesawat di sekitar Lanud Iswahjudi Magetan.

Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Magetan, Kolonel Penerbang Muhammad Arwani, mengatakan latihan militer menggunakan pesawat tempur ini akan dilaksanakan waktu terang dan gelap malam hari. Ada 18 unit pesawat tempur yang akan digunakan untuk latihan tempur di udara.

Jenis pesawat yang digunakan yaitu F15 dan T50i. Selain dua jenis pesawat tempur itu, Lanud Iswahjudi juga mendatangkan pesawat Sukhoi dalam operasi latihan yang dinamakan Mission Oriented Training (MOT) itu.

Dia menuturkan latihan pesawat tempur malam akan dilaksanakan mulai 13 November sampai 17 November 2017. Penerbangan dimulai pukul 19.00 WIB dan berakhir 24.00 WIB.

Setelah latihan penerbangan malam selesai, ada jeda sepekan kemudian dilanjut persiapan pertempuran pagi hari. Sedangkan untuk mulai latihan pertempuran mulai 27 November sampai 8 Desember 2017. Latihan dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB.

“Jumlah pesawat yang akan terbang 18 unit. Latihan malam juga 18 pesawat dan pagi juga 18 pesawat. Jenis pesawatnya ada T50i dan F16,” terang Arwani saat berbincang dengan Madiunpos.com di Lanud Iswahjudi, Rabu (8/11/2017).

Latihan menggunakan pesawat tempur itu akan dilakukan bertahap yaitu mulai pertempuran satu lawan satu, dua lawan dua, empat lawan tiga, dan seterusnya. Sedangkan pada puncak latihan MOT akan dilakukan pertempuran antara delapan pesawat dengan delapan pesawat.

Arwani menuturkan selama latihan pertempuran itu, dampak yang akan ditimbulkan adalah suara yang cukup keras didengar masyarakat di wilayah operasi Lanud Iswahjudi. Selain itu, dalam operasi ini pesawat tempur itu juga akan menimbulkan sonic boom yaitu suara seperti ledakan bom.

Untuk itu, masyarakat di sekitar wilayah Lanud Iswahjudi tidak perlu takut atau kaget jika pada waktu-waktu tersebut akan terjadi keramaian di udara. “Pada waktu tersebut akan terjadi keramaian udara di wilayah Madiun Raya. Itu hanya suara, tidak ada dampak apa pun,” ujar dia.

Mengenai latihan dua waktu yaitu terang dan gelap, Arwani menegaskan hal itu supaya prajurit TNI AU bisa bertempur pada saat terang maupun gelap. Komandan Lanud Iswahjudi Magetan, Marsekal Pertama TNI Samsul Rizal, mengatakan masyarakat yang ingin mengetahui proses latihan diperbolehkan melihat lebih dekat.

“Masyarakat yang ingin tahu saat pesawat tempur landing bisa melihat di sekitar Lanud Iswahjudi. Tetapi tidak boleh masuk ke kawasan karena berbahaya,” jelas Samsul.

lowongan pekerjaan
PT.BPR DANA UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pelajaran Pahit dari Eks PG Colomadu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (1/11/2017). Esai ini karya Guntur Wahyu Nugroho, seorang pemerhati dinamika Kota Solo dan sekitarnya. Alamat e-mail penulis adalah gunturwn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Prakarsa kunjungan komunitas Soeracarta Heritage Society ke eks Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar, Minggu,…