Tim dari Dinas Kebudayaan DIY melakukan pendokumentasian tiga dimensi untuk mendapatkan gambaran utuh kondisi Gua Braholo, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop beberapa waktu lalu. (Harian Jogja/Irwan A. Syambudi) Tim dari Dinas Kebudayaan DIY melakukan pendokumentasian tiga dimensi untuk mendapatkan gambaran utuh kondisi Gua Braholo, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop beberapa waktu lalu. (Harian Jogja/Irwan A. Syambudi).
Rabu, 8 November 2017 15:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Pemkab Gunungkidul Bakal Bangun Museum, Ini Alternatif Konsepnya

Konsep itu tidak mengharuskan suatu bangunan khusus untuk dijadikan sebuah museum

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana bangun museum untuk benda purbakala. Dengan potensi yang ada di Gua Braholo, pembuatan museum terbuka atau site museum bisa menjadi salah satu alternatif.

Kepala Seksi Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DIY Ruly Adriadi mengatakan, dengan museum yang terbuka, sejumlah benda-benda temuan tersebut langsung ditampilkan di tempat itu juga. Konsep itu tidak mengharuskan suatu bangunan khusus untuk dijadikan sebuah museum, tapi tinggal menambahkan fasilitas penunjang lainnya.

Namun, hal itu masih dalam proses penjajakan dan kajian. “Kami baru melihat peluang ini pada tahun ini. Jadi, di akhir tahun ini kami coba benar-benar untuk mendokumentasikannya terlebih dahulu. Sehingga, nanti tahun depan bisa tahu bagaimana memposisikan temuan-temuan yang ada di sini [Gua Braholo],” kata Ruly, Selasa (7/11/2017).

Baca juga : Pembangunan Museum Benda Purbakala Gunungkidul Segera Ditindaklanjuti

Sementara itu, peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional Thomas Sutikna menilai perlu adanya fasilitas yang memadai untuk hasil temuan dari Gua Braholo. Terlebih, temuan-temuan tersebut penting dan akan menjadi temuan tingkat nasional, sehingga fasilitas seperti museum purbakala patut untuk dibangun khusus.

“Alangkah baiknya jika dapat dibangun dan dilengkapi fasilitas di Gua Braholo. Dengan begitu keberadaan situs menjadi situs cagar budaya, memiliki nilai pendidikan, dan membawa kesejahteraan untuk masyarakat,” kata arkeolog yang juga menjadi koordinator penelitian di Gua Braholo itu.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pelajaran Pahit dari Eks PG Colomadu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (1/11/2017). Esai ini karya Guntur Wahyu Nugroho, seorang pemerhati dinamika Kota Solo dan sekitarnya. Alamat e-mail penulis adalah gunturwn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Prakarsa kunjungan komunitas Soeracarta Heritage Society ke eks Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar, Minggu,…