Gareng Rakasiwi (kanan) dan Yu Beruk (dua kanan) saat tampil menyosialisasikan berbagai produk dan program BPD DIY untuk mendorong pertumbuhan usaha para pelaku UKM dalam Grebeg Pasar di Pasar Imogiri Baru, Rabu (8/11/2017). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S) Gareng Rakasiwi (kanan) dan Yu Beruk (dua kanan) saat tampil menyosialisasikan berbagai produk dan program BPD DIY untuk mendorong pertumbuhan usaha para pelaku UKM dalam Grebeg Pasar di Pasar Imogiri Baru, Rabu (8/11/2017). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Rabu, 8 November 2017 23:20 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Pedagang Pasar Imogri Dilatih Gunakan Teknologi untuk Jual Beli

Pasar tradisional semakin menghadapi tantangan berat seiring dengan berkembangnya modernitas sektor niaga.

Solopos.com, BANTUL– Keberadaan pasar tradisional semakin menghadapi tantangan berat seiring dengan berkembangnya modernitas sektor niaga. Mendorong masyarakat agar semakin tertarik berbelanja di pasar tradisional, Bank BPD DIY menggelar Grebeg Pasar di Pasar Imogiri Baru, Rabu (8/11/2017).

Tak hanya menghadirkan berbagai hiburan, Bank BPD DIY juga menghadirkan edukasi perbankan, di antaranya menyosialisasikan produk-produk Bank BPD DIY hingga pemanfatan fasilitas dan layanan perbankan yang berbasis teknologi informasi. Acara tersebut dikemas melalui dialog interaktif ala angkringan yang dipandu oleh dua seniman panggung Jogja, Yu Beruk dan Gareng Rakasiwi.

“Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat terkait akses perbankan. Di mana selama ini, masih banyak masyarakat yang belum terjangkau oleh perbankan, supaya mereka memahami dan diharapkan dapat menjadi nasabah,” ujar Direktur Kepatuhan PT Bank BPD DIY, Susanto Rohmad.

Berbagai produk perbankan dari Bank BPD DIY juga diperkenalkan agar dapat memberikan manfaat bagi para pedagang pasar tradisional ini. Salah satunya, produk kredit usaha rakyat atau KUR Istimewa. Program kredit tersebut, kata Santoso, ditujukan untuk pelaku usaha kecil menengah yang selama ini belum memiliki fasilitas kredit usaha di bank.

Santoso memaparkan dengan subsidi bunga yang diberikan pemerintah, bunga KUR juga lebih rendah. Kurang lebih bunga yang diberikan setara dengan bunga flat 0,4% per bulan.

“Diharapkan dengan bunga rendah ini para pelaku UKM dapat bisa lebih mudah dalam pengembangan usahanya. Sehingga menghidupkan perekonomian, kegiatan ekonomi semakin meningkat dan margin yang diperoleh pedagang juga semakin baik,” jelas Santoso.

Selain sosialisasi tentang fasilitas KUR, edukasi pemanfaatan layanan perbankan secara nontunai juga mulai diperkenalkan. Santoso memaparkan, di era teknologi saat ini, perkembangan layanan transaksi non tunai semakin marak.

“Kami berharap dengan edukasi ini, pedagang pasar tradisional juga bisa memanfaatkan berbagai layanan transaksi nontunai, supaya mereka dalam bertransaksi juga semakin efisien dan mudah,” papar Santoso.

Sementara itu, Pemimpin BPD DIY Cabang Bantul, Agus Ridwanta menambahkan pertumbuhan kredit di wilayah Bantul semakin meningkat. Bahkan, potensi untuk penyaluran kredit di wilayah ini masih besar.

“Adapun untuk penyaluran KUR di wilayah Bantul hingga Oktober sudah mencapai Rp41,3 miliar. Kami ingin terus memacu penyaluran kredit ini, tentunya agar dapat semakin memajukan UKM yang ada,” ungkap Agus.

lowongan pekerjaan
GURU MADRASAH, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pelajaran Pahit dari Eks PG Colomadu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (1/11/2017). Esai ini karya Guntur Wahyu Nugroho, seorang pemerhati dinamika Kota Solo dan sekitarnya. Alamat e-mail penulis adalah gunturwn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Prakarsa kunjungan komunitas Soeracarta Heritage Society ke eks Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar, Minggu,…