Salman Nur Rochman, Ketua Paguyuban Hemodialisa RS Hermina Adyatama Kariswara saat dilantik oleh Lina Zubaidah, Direktur RS Hermina di Maguwoharjo, Depok pada Rabu (8/11/2017). (Harian Jogja/ Sekar Langit Nariswari) Salman Nur Rochman, Ketua Paguyuban Hemodialisa RS Hermina Adyatama Kariswara saat dilantik oleh Lina Zubaidah, Direktur RS Hermina di Maguwoharjo, Depok pada Rabu (8/11/2017). (Harian Jogja/ Sekar Langit Nariswari)
Rabu, 8 November 2017 18:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Pasien Cuci Darah di RS Hermina Jogja Bentuk Paguyuban

Paguyuban Hemodialisa RS Hermina bertajuk Adyatama Kariswara diresmikan

Solopos.com, SLEMAN-Paguyuban Hemodialisa RS Hermina bertajuk Adyatama Kariswara diresmikan pada Rabu (8/11/2017). Paguyuban ini dibentuk sebagai forum silaturahmi sekaligus ajang berbagi untuk 45 pasien cuci darah di rumah sakit ini.

Hal itu disampaikan oleh Salman Nur Rochman, ketua paguyuban usai dilantik di hadapan sejumlah anggota di ruang serba guna rumah sakit yang terletak di Maguwoharjo, Depok ini.

“Tujuannya sebagai forum silaturahmi, memotivasi jika semisal ada keluhan seperti tidak bisa ketemu dokter atau perawat, semuanya dibahas,” ujarnya kemarin.

Ia mengatakan tujuan jangka panjang dari kelompok ini termasuk menunjukkan pada khalayak umum jika pasien cuci darah juga tetap punya potensi. Pada hari ginjal sedunia sembilan Maret mendatang, Salman juga merencanakan menyelenggarakan ekspo berupa pasar murah sebagai ajang unjuk kemampuan diri.

Cara ini sebagai bentuk agar para pasien gagal ginjal ini tetap bisa bangkit dan menjalani hidup dengan jauh lebih sehat, mampu, dan bahagia. Hal ini sesuai dengan makna nama paguyuban ini yakni anugerah hidup mulia.

Bambang Jarwoto, Spesialis Penyakit Dalam- Konsultan Ginjal Hipertensi (SpPD-KGH) RS Hermina mengatakan keberhasilan pengobatan seperti cuci darah ini bukan saja di tangan rumah sakit semata namun juga pasien dan keluarga dengan andil yang besar.

Bambang juga berpesan jika menjadi pasien hemodialisasi bukanlah akhir dari segala-galanya melainkan tetap bisa menjalankan hidup dengan optimal.

Sementara itu, Lina Zubaidah, Direktur RS Hermina menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan masyarakat memilih institusinya sebagai layanan kesehatan khususnya dalam hemodialisa. “Pasien seminggu bisa dua kali [cuci darah], sudah menjadi kerabat RS Hermina,” katanya.

Ia berharap dengan adanya paguyuban ini bisa menumbuhkan semangat serta motivasi diri para pasien serta bentuk lain dari ikhtiar untuk mendapatkan kesembuhan.

lowongan pekerjaan
OPTION EXECUTIVE KTV & BAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pelajaran Pahit dari Eks PG Colomadu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (1/11/2017). Esai ini karya Guntur Wahyu Nugroho, seorang pemerhati dinamika Kota Solo dan sekitarnya. Alamat e-mail penulis adalah gunturwn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Prakarsa kunjungan komunitas Soeracarta Heritage Society ke eks Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar, Minggu,…