Botok laron plus nasi. (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Botok laron plus nasi. (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos)
Rabu, 8 November 2017 09:35 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

KULINER WONOGIRI
Warung Belakang Kantor Kejari Ini Sediakan Botok Laron, Mau?

Warung di belakang Kantor Kejari Wonogiri menyediakan botok laron hanya di musim penghujan.

Solopos.com, WONOGIRI — Memasuki musim penghujan, laron menjadi hewan yang mudah dijumpai. Biasanya, hewan tersebut terbang mengerubungi sumber cahaya seperti lampu.

Orang-orang zaman dahulu sering menjadikan laron sebagai lauk untuk makan saat musim penghujan. Di Wonogiri masih ada warung makan yang menyajikan laron untuk lauk makan, salah satunya Warung Makan Tessy di belakang Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri.

Warung tersebut menyajikan laron dengan berbagai olahan seperti botok laron, peyek laron, dan laron goreng. Hanya, tidak setiap hari warung itu menyediakan menu laron.

“Tergantung ada tidaknya laron. Kalau kami dapat laron ya kami buat. Biasanya kami buat botok,” kata pemilik warung, Tessy kepada Solopos.com, Selasa (7/11/2017).

Sebungkus botok laron dijual dengan harga Rp1.000. Jika punya banyak stok laron, Tessy mengaku siap melayani pemesanan. Namun, saat ini laron belum cukup banyak sehingga masih sulit untuk mencarinya.

“Kadang-kadang ada yang jual laron di pasar. Biasanya segelas laron harganya Rp15.000,” ujarnya.

Selasa itu kebetulan dia membuat botok laron karena suaminya berhasil mengumpulkan banyak laron dari kebun di rumahnya, Lemah Ireng RT 002/RW 001 Bulusulur, Wonogiri. Sebanyak 40 bungkus botok laron dia sajikan.

Hanya dalam dua jam, 40 bungkus itu langsung ludes diserbu pembeli. “Banyak juga yang tidak kebagian, padahal mau dibawa pulang untuk keluarganya di rumah,” ungkap Tessy.

Dia mengungkapkan resep membuat botok laron tak berbeda jauh dengan resep membuat botok lainnya. Bumbu yang disiapkan antara lain bawang merah, tumbar, lombok, kelapa muda, dan bawang putih.

Sebagian pembeli memadukan bothok laron dengan nasi tiwul. “Kebetulan di warung ini setiap hari menyediakan tiwul,” imbuhnya.

Seorang pembeli, Wisnu, warga Timang, Wonogiri, mengatakan menyukai botok laron karena kuliner tersebut saat ini sudah langka. Apalagi, dia tidak perlu merogok kocek terlalu dalam untuk menyantap botok laron.

“Rasanya gurih dan nikmat. Saya paling suka laron dibuat botok daripada digoreng,” kata Wisnu.

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pelajaran Pahit dari Eks PG Colomadu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (1/11/2017). Esai ini karya Guntur Wahyu Nugroho, seorang pemerhati dinamika Kota Solo dan sekitarnya. Alamat e-mail penulis adalah gunturwn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Prakarsa kunjungan komunitas Soeracarta Heritage Society ke eks Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar, Minggu,…