Santri Al Mumtaz tengah membatik di Rest Area Almumtas, Selasa (7/11/2017). (Amalia Anggraini/JIBI/Harian Jogja) Santri Al Mumtaz tengah membatik di Rest Area Almumtas, Selasa (7/11/2017). (Amalia Anggraini/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 8 November 2017 22:20 WIB M101/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Keren, Rest Area di Gunungkidul Ini Sediakan Objek Selfie dan Edukasi Membatik

Tempat wisata edukasi dapat menjadi alternatif untuk mengisi liburan

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Tempat wisata edukasi dapat menjadi alternatif untuk mengisi liburan. Selain dapat melepas penat, dengan mengunjungi wisata edukasi juga dapat menambah pengetahuan anak-anak.

Di Gunungkidul, salah satu rest area ada adalah Rest Area Al-Mumtaz Jl. Yogya-Wonosari KM.25, Kerjan, Beji, Patuk, Gunungkidul. Selain dikelola sebagai rest area, tempat tersebut juga dikelola sebagai wisata edukasi batik dengan harga yang terjangkau.

Belajar membatik di lokasi tersebut harganya sangat terjangkau yakni Rp25.000. Untuk kain yang kecil seukuran sapu tangan hanya Rp15.000. Pengunjung bisa belajar membatik dari mencanting hingga proses pewarnaan, setelah itu hasilnya juga bisa dibawa pulang.

“Kain yang kami sediakan pun sudah ada motifnya, tapi kalau mau bikin motif sendiri juga bisa,” terang ketua enterpreuner Pondok Pesantren Al-Mumtaz, Ahmad Muzaki saat ditemui di Rest Area Al-Mumtaz, Selasa (7/11/2017).

Jika ingin praktis, pengunjung dapat membeli kain batik atau pun baju yang telah siap pakai. Motifnya pun beragam dan unik, di mana pengunjung dapat menemukan batik dengan motif gaplek yang menjadi ciri khas tersendiri.

“Ini sebenarnya gambar singkong, jadi motif gaplek itu dikembangkan karena Gunungkidul itu banyak tanaman singkong jadi seperti menjadi ciri khasnya,” ujar pencipta motif gaplek Herman Agus Prastiyo.

Selain menyediakan wisata edukasi batik, pengelola juga menyediakan alat-alat melukis, sehingga pengunjung juga dapat belajar melukis di tempat tersebut.

Tempatnya pun di atur begitu cantik dan instagramable, misalnya samping ruang membatik dan melukis, digantung puluhan baglog jamur tiram yang cocok untuk berswa foto. Selain untuk berswa foto pengunjung juga dapat memesan aneka olahan jamur tiram dari jamur yang ditanam tersebut.

Makanan yang disediakan pun juga terjangkau seperti harga pada umumnya. Pengunjung bisa menikmati minuman, gorengan ataupun makanan berat lainnya dengan harga terjangkau mulai dari Rp700 hingga Rp12.000.

Rest area dan wisata edukasi tersebut dikelola oleh para santri dari Ponpes Al-Mumtaz yang rata-rata kini berusia 17 hingga 20 tahun. Mulai dari pengelolaan tempat wisata, produksi batik, pengelolaan kuliner, hingga proses pembangunan semuanya dikerjakan oleh para santri tersebut.

Adapun Rest Area mulai beroperasi pada bulan Juli tahun ini yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan wisata edukasi baru saja dibuka pada minggu ini.

lowongan pekerjaan
OPTION EXECUTIVE KTV & BAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pelajaran Pahit dari Eks PG Colomadu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (1/11/2017). Esai ini karya Guntur Wahyu Nugroho, seorang pemerhati dinamika Kota Solo dan sekitarnya. Alamat e-mail penulis adalah gunturwn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Prakarsa kunjungan komunitas Soeracarta Heritage Society ke eks Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar, Minggu,…