Ketua DPR Setya Novanto memberikan keterangan kepada wartawan terkait statusnya sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/M Agung Rajasa)
Rabu, 8 November 2017 16:44 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Hukum Share :

JOKOWI MANTU
Setnov Mendadak Irit Bicara Ditanya Kasus E-KTP

Saat menghadiri undangan Presiden Jokowi mantu di Solo, Setnov mendadak irit bicara begitu ditanya wartawan soal kasus e-KTP.

Solopos.com, SOLO — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto masih enggan berkomentar banyak tentang kabar keluarnya Surat Perintah Dimulainya Perkara (SPDP) baru dalam kasus korupsi e-KTP. Setya hanya mengatakan dirinya menyerahkan kepada mekanisme hukum.

“Kita serahkan semua itu kepada mekanisme hukum yang ada,” katanya sembari terus berlalu saat dicegat wartawan usai menghadiri pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu di Graha Saba Buana, Solo (8/11/2017).

Namun, tak jelas mekanisme hukum yang dia maksudkan, apakah di KPK atau berdasarkan putusan praperadilan PN Jakarta Selatan yang memenangkan dirinya. Setnov didampingi istrinya memilih segera beranjak meninggalkan wartawan.

Padahal sebelumnya saat ditanya mengenai prosesi pernikahan putri Presiden Jokowi, Setnov mau bercerita banyak. Dia cukup bersemangat melayani wawancara mengenai kesannya selama menghadiri acara pernikahan Kahiyang-Bobby. Tak lupa Setnov juga menyampaikan ucapan selamat untuk pasangan Kahiyang-Bobby.

“Selamat untuk bapak dan ibu Jokowi atas pernikahannya putrinya semoga diberi kebahagian,” kata dia.

Berdasarkan dokumen yang bocor belum lama ini, SPDP itu dikeluarkan pada Jumat (3/11/2017) lalu dan diteken langsung oleh Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman. Surat perintah penyidikan sudah dikeluarkan sejak 31 Oktober 2017.

Setnov sebelumnya ditetapkan tersangka oleh KPK atas kasus yang sama pada 17 Juli 2017. Namun status tersangka gugur pada 29 September 2017 setelah hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cepi Iskandar mengabulkan gugatan praperadilan Setya Novanto.

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pelajaran Pahit dari Eks PG Colomadu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (1/11/2017). Esai ini karya Guntur Wahyu Nugroho, seorang pemerhati dinamika Kota Solo dan sekitarnya. Alamat e-mail penulis adalah gunturwn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Prakarsa kunjungan komunitas Soeracarta Heritage Society ke eks Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar, Minggu,…