Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto, menemui seorang perempuan yang marah-marah ingin melihat dari dekat sosok Presiden Jokowi, Selasa (7/11/2017). (Istimewa/Satpol PP Solo) Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto, menemui seorang perempuan yang marah-marah ingin melihat dari dekat sosok Presiden Jokowi, Selasa (7/11/2017). (Istimewa/Satpol PP Solo)
Rabu, 8 November 2017 23:15 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

JOKOWI MANTU
Ada Perempuan Memohon-Mohon Diizinkan Bantu Memasak di Resepsi Kahiyang

Seorang perempuan memohon-mohon kepada petugas agar diizinkan membantu memasak di acara resepsi Kahiyang-Bobby.

Solopos.com, SOLO — Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo, Agus Sis Wuryanto, mendapat pengalamai unik saat bertugas menjaga keamanan di area C lokasi pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, dengan Bobby Nasution, Rabu (8/11/2017).

Salah satunya dia didatangi seorang perempuan yang memohon-mohon agar bisa masuk ke kompleks Graha Saba Buana saat digelar acara akad nikah pernikahan Kahiyang dengan Bobby. Agus Sis mencertiakan perempuan asal Laweyan, Solo, tersebut mendesak petugas agar bisa masuk Graha Saba Buana bukan untuk bersalaman memberi selamat kepada kedua pengantin atau keluarga Presiden, melainkan ingin membantu para juru masak menyiapkan makanan kepada tamu. (Baca: Menteri, Artis, hingga Warga Biasa Berbaur Antre di Photo Booth Resepsi Kahiyang-Bobby)

Dia menyebut perempuan itu ingin berkontribusi membantu keluarga Presiden Jokowi saat punya hajatan. Personel Satpol PP tentu saja tidak menerima alasan perempuan itu. Personel Satpol PP lantas memberi penjelasan kepadanya.

“Ada seorang perempuan kira-kira usianya 40 tahun, saya lupa namanya, yang meminta diizinkan masuk untuk membantu memasak di dalam. Kemudian saya ajak dia makan di warung makan tahu kupat. Di sana saya jelaskan kepada perempuan itu urusan masak untuk tamu sudah ditangani orang lain yang diutus keluarga Pak Presiden,” cerita Agus saat ditemui Solopos.com di Jl. Letjen Suprapto, Rabu sore.

Setelah perempuan itu memahami dirinya tidak mungkin diperbolehkan masuk Graha Saba Buana, Agus kemudian meminta anggotanya mengantar perempuan tersebut pulang. Selain warga yang ingin membantu memasak, Agus juga didatangi seorang perempuan di sekitar Graha Saba Buana yang ngotot minta diizinkan melihat sosok Presiden Jokowi dari dekat. Perempuan itu mengaku datang dari Kendal, Jateng. (Baca: Tak Diundang, Ratusan Warga Harus Puas Saksikan Resepsi Kahiyang-Bobby via Layar Raksasa)

Setelah diberi penjelasan dan diberi kesempatan melihat rumah Presiden Jokowi dari jauh, perempuan itu bersedia tenang dan kemudian pulang ke Kendal. Agus menuturkan selama dua hari berjaga di Jl. Letjen Suprapto atau luar kompleks Graha Saba Buana pada Selasa (7/11/2017) hingga Rabu ini, personel Satpol PP telah menangani 15 kasus, yakni 10 temuan gelandangan, tiga orang sakit jiwa, dan dua orang waras yang punya keinginan tertentu.

Dia menjelaskan cara personel Satpol PP menangani 15 kasus itu, yaitu 10 gelandangan telah dipulangkan ke rumah masing-masing, tiga orang sakit jiwa dikirim ke Griya PMI Solo, dan dua orang yang punya keinginan khusus telah dipulangkan atau dianjurkan pulang.

“Kami mengamankan mereka-mereka yang punya potensi mengganggu kenyamanan dan ketertiban di sekitar lokasi acara pernikahan putri Presiden. Semua sudah kami tangani. Tidak ada yang sampai membuat onar di sekitar Graha Saba Buana,” jelas Agus Sis.

 

lowongan pekerjaan
GURU MADRASAH, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pelajaran Pahit dari Eks PG Colomadu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (1/11/2017). Esai ini karya Guntur Wahyu Nugroho, seorang pemerhati dinamika Kota Solo dan sekitarnya. Alamat e-mail penulis adalah gunturwn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Prakarsa kunjungan komunitas Soeracarta Heritage Society ke eks Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar, Minggu,…