Chief Executive Officer Citi Indonesia Batara Sianturi (kiri) berbincang dengan Head of Retail Banking Citi Indonesia Harsya Prasetyo saat peluncuran Citygold On Your Terms di Kota Semarang, Jateng, Selasa (7/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-Citi Indonesia) Chief Executive Officer Citi Indonesia Batara Sianturi (kiri) berbincang dengan Head of Retail Banking Citi Indonesia Harsya Prasetyo saat peluncuran Citygold On Your Terms di Kota Semarang, Jateng, Selasa (7/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-Citi Indonesia)
Rabu, 8 November 2017 02:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

INVESTASI JATENG
Citi Indonesia Optimistis Citigold Berkembang dari Semarang

Investasi Citigold yang dikembangkan Citi Indonesia di Kota Semarang diyakini bakal diterima warga Jateng.

Solopos.com, SEMARANG — Citi Indonesia terus mengembangkan produk investasi Citigold di Kota Semarang, Jawa Tengah. Citi Indonesia optimistis nasabah yang berinvestasi melalui Citigold Cabang Semarang yang membawahi 30 kabupaten dan kota di Jateng berpeluang tumbuh.

“Sekitar 79% nasabah Citi Indonesia di Cabang Semarang adalah pengguna produk Citigold dari total 300 nasabah,” kata Head of Retail Banking Citi Indonesia Harsya Prasetyo di seka-sela peluncuran Citigold On Your Term yang merupakan peningkatan layanan Citigold melalui digital dan solusi finansial yang disesuaikan dengan aspirasi nasabah di Kota Semarang, Jateng, Selasa (7/11/2017).

Harsya menjelaskan Citigold On Your Term menjawab berbagai perubahan tren dan preferensi tujuan finansial nasabah melalui layanan perbankan digital untuk mengoptimalkan pertumbuhan investasi. “Seiring kemajuan teknologi informasi terjadi perubahan tren masyarakat, termasuk nasabah Citigold. Semuanya semakin digital, nasabah yang menggunakan perangkat digital juga meningkat,” katanya.

Perbankan, menurut dia tentu harus menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi para era digital sehingga Citigold On Your Term menjadi solusi untuk menjawab perubahan tren dan kebutuhan nasabah. Semarang, diakuinya sangat besar potensi investasinya selama ini terlihat dari penggunaan produk Citigold yang tidak hanya terpusat di ibu kota Jateng, melainkan juga di kota-kota lainnya di Jateng.

“Kantong-kantong investasi tinggi dan menyebar. Tidak hanya Semarang, tetapi juga Pekalongan, dan sebagainya. Padahal, nilai investasi Citigold kan tidak lagi minimal Rp500 juta, tetapi Rp1 miliar,” katanya. Dengan produk Citigold On Your Term, kata Harsya, nasabah juga akan mendapatkan banyak benefit yang bersifat privilage, seperti wellcome gift, kemudian saat berulang tahun, dan anniversary (perayaan).

Sementara itu, Chief Executive Officer Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan Citigold On Your Term diperuntukkan menjawab berbagai perilaku nasabah Citigold yang sudah semakin global dan digital. “Nasabah kan sekarang ingin yang serba instan dan realtime. Sebelum di Semarang, Citigold On Your Term sudah kami luncurkan di Jakarta, Medan, dan Bandung. Total ada sekitar 10.000 nasabah Citigold,” katanya.

Diakuinya, Semarang merupakan cabang yang menempati ranking kelima setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan, meski tergolong cabang yang masih muda dibandingkan dengan cabang-cabang lainnya. “Namun, pertumbuhannya sangat pesat dan kami targetkan semakin bertumbuh. Makanya, kami luncurkan Citigold On Your Term ini. Nilai investasi Citigold memang sudah dinaikkan minimal Rp1 miliar,” katanya.

Akan tetapi, Barata mengatakan bagi nasabah yang menginvestasikan dana di bawah Rp1 miliar tidak perlu khawatir karena tersedia produk Citi Priority yang privilage-nya sudah jauh lebih digital.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
ASTRA DAIHATSU KLATEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…