Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah) membaur bersama para transmigran di Nagari Padang Tarok, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, Senin (6/11/2017). (Twitter-@ganjarpranowo) Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah) membaur bersama para transmigran di Nagari Padang Tarok, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, Senin (6/11/2017). (Twitter-@ganjarpranowo)
Rabu, 8 November 2017 08:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

GUBERNUR JATENG
Begini Kisah Ganjar Pranowo Kunjungi Transmigran di Sumatra

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menceritakan kisahnya saat mengunjungi para transmigran asal Jateng yang kini tinggal di Sumatra Barat.

Solopos.com, SOLO – Meskipun tak lagi tinggal di wilayah Jawa Tengah (Jateng), para transmigran dari Kabupaten Klaten masih mendapatkan perhatian dari sang gubernur, Ganjar Pranowo, yang rela jauh-jauh mengunjungi mereka. Dalam kunjungannya ke Nagari Padang Tarok, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat (Sumbar), Senin (6/11/2017), Ganjar menceritakan kisahnya melalui akun Twitternya, @ganjarpranowo.

Ganjar mengaku tiba di Padang sekitar pukul 10.00 WIB dan melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Sijunjung. Di Padang, ia disambut aroma rendang. “Mengunjungi saudara kita transmigran dari Klaten, Kulonprogo, dan lokal di Sijunjung Sumbar. Tiba di Padang, pukul 10. aroma rendang menyengat,” tulis sang orang nomor wahid di Jateng itu.

Saat menuju kawasan tempat tinggal para transmigran, Ganjar diharuskan melintasi jalan berlumpur. Setelah menempuh perjalanan darat selama kurang lebih dari 90 menit dari Kota Padang, Ganjar baru tiba di tujuan. “Setelah kurang lebih 90 menit kami tiba di tujuan dan sudah disambut dulur2 dari Jateng, DIY dan Sumbar,” bebernya.

Setiba di tempat tujuan, sang gubernur langsung melaksanakan kegiatan yang biasa ia lakukan bersama warga di Jateng, yakni mengobrol sembari menikmati beberapa sajian. Ia mengaku disuguhi singkong yang bibintnya berasal dari Kabupaten Klaten. “Ngobrol dengan warga trans di Sijunjung, disuguhi hasil bumi yang mereka tanam. Ada singkong dan pisang yang bibitnya dibawa dari Klaten,” ungkap politikus PDI Perjuangan tersebut.

Tak lupa Ganjar berfoto bersama dengan para transmigran yang hadir menyambut kedatangan orang nomor satu di Jateng itu. Meski senang bertemu dengan warga Jateng yang kini sudah menjadi warga Sumbar, Ganjar harus menghadapi tantangan lainnya ketika pulang.

Ia menjelaskan cuaca yang sebelumnya cerah lantas berubah menjadi mendung dan turun hujan. Jalur jalan di tengah hutan yang harus ia lalui pun semakin sulit untuk dilalui lantaran berlumpur. Bahkan mobil kepolisian yang mengawalnya sempat terperosok.

“Turun hujan lebat di tengah hutan, tanpa listrik, tanpa sinyal. Jalan jadi gembur dan becek. Off road. Satu mobil pengawalan dari kepolisian, terperosok. Tidak bisa naik dan dibantu warga sekitar dan rombongan yang lain,” beber gubernur Jateng yang selalu tampil dengan rambut putihnya itu.

Kunjungan Ganjar ke Sumbar itu bertujuan untuk mendengarkan keluhan para transmigran. Ganjar menyatakan akan segera menindaklanjuti keluhan para transmigran yang sudah disampaikan saat bertemu dirinya.

Sementara itu, melalui akun Instagramnya, Ganjar Pranowo mengungkapkan dalam kunjungan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara dirinya, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, gubernur Sumbar dan bupati Sijunjung. Penandatanganan tersebut bertujuan agar infrastruktur di kawasan tempat tinggal para transmigran semakin baik. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pelajaran Pahit dari Eks PG Colomadu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (1/11/2017). Esai ini karya Guntur Wahyu Nugroho, seorang pemerhati dinamika Kota Solo dan sekitarnya. Alamat e-mail penulis adalah gunturwn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Prakarsa kunjungan komunitas Soeracarta Heritage Society ke eks Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar, Minggu,…