Kepala OJK Regional 3 Jateng-DIY Bambang Kiswono (kiri) menyerahkan piagam peresmian LKM Syariah Almuna Berkah Mandiri kepada Eni Kartika Sari (kanan) selaku Ketua LKM Syariah Almuna Berkah Mandiri, Selasa (7/11/2017). Kepala OJK Regional 3 Jateng-DIY Bambang Kiswono (kiri) menyerahkan piagam peresmian LKM Syariah Almuna Berkah Mandiri kepada Eni Kartika Sari (kanan) selaku Ketua LKM Syariah Almuna Berkah Mandiri, Selasa (7/11/2017).
Rabu, 8 November 2017 12:40 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Ada Lembaga Keuangan Mikro Syariah Pertama di Jogja

LKM Syariah pertama di Jogja diresmikan.

Solopos.com, JOGJA— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Syariah pertama di Jogja. LKM bernama Almuna Berkah Mandiri tersebut berada di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, Bantul.

Kepala OJK Regional 3 Jateng-DIY Bambang Kiswono menyampaikan, LKM Syariah Almuna Berkah Mandiri merupakan salah satu pilot project LKM Syariah di Indonesia yang didirikan pada tahap pertama. Pada tahap pertama ini, ada 10 LKM Syariah yang didirikan.

Selain Jogja, LKM Syariah juga didirikan di Cirebon, Bandung, Ciamis, Purwokerto, Klaten, Kediri, Jombang, dan Banten. “Kami berharap, LKM Syariah ini bisa meningkatkan akses pendanaan skala mikro dalam memberdayakan masyarakat,” katanya dalam peresmian LKM Almuna Berkah Mandiri, Selasa (7/11/2017) sore.

Dengan keberadaan LKM Syariah ini, akses untuk mendapatkan pembiayaan bagi kalangan UMKM semakin mudah. Namun hal tersebut memunculkan konsekuensi tersendiri bahwa OJK harus meningkatkan pengaturan dan pengawasannya, baik kepada LKM Syariah maupun konvensional. Ia mengatakan, jika proyek tahap pertama berhasil, pengembangan LKM Syariah tahap kedua akan dilakukan.

Sementara itu, Eni Kartika Sari selaku Ketua LKM Syariah Almuna Berkah Mandiri mengatakan, sebanyak 250 orang telah menjadi calon nasabah dan 20 diantaranya sudah mendapatkan pembiayaan. “Semoga memberi manfaat untuk meningkatkan produktivitas bapak ibu. Harapannya kerjasama terus berjalan lancar, khususnya tentang angsuran karena ini [angsuran] kunci kesuksesan,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap agar dana pinjaman segera dicairkan agar masyarakat dapat segera memanfaatkannya sebagai modal membuka usaha.

Sementara itu, KH Fauruji Afiq selaku salah satu pengasuh di Ponpes Al Munawwir Krapyak mengatakan, di daerah Krapyak ada sekitar 4.000 santri. Dengan demikian, segala bentuk usaha mulai kuliner sampai laundry di daerah tersebut diyakininya akan laku. “Maka kami membantu [melalui pembiayaan di LKM Syariah Almuna Berkah Mandiri]. Semoga pinjaman yang diberikan bisa dimanfaatkan,” katanya. Pihaknya berharap pembiayaan yang diberikan LKM Syariah tersebut dapat membantu mengembangkan bisnis dan ekonomi UMKM.

lowongan pekerjaan
OPTION EXECUTIVE KTV & BAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pelajaran Pahit dari Eks PG Colomadu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (1/11/2017). Esai ini karya Guntur Wahyu Nugroho, seorang pemerhati dinamika Kota Solo dan sekitarnya. Alamat e-mail penulis adalah gunturwn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Prakarsa kunjungan komunitas Soeracarta Heritage Society ke eks Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar, Minggu,…