Sejumlah warga memblokade area proyek pembangunan jalan tol Salatiga-Kartasura di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (7/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Sejumlah warga memblokade area proyek pembangunan jalan tol Salatiga-Kartasura di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (7/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Selasa, 7 November 2017 17:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra Feature Share :

FOTO TOL JATENG
Proyek Tol Salatiga-Kartasura Diprotes

Tol Salatiga-Kartasura, Jateng diprotes warga.

Warga memblokade area proyek jalan tol Salatiga-Kartasura di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (7/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Warga memblokade area proyek jalan tol Salatiga-Kartasura di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (7/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Proyek pembangunan jalan tol Salatiga-Kartasura yang melintasi wilayah Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (7/11/2017), jadi ajang protes warga. Demo warga itu dilakukan dalam wujud aksi blokade dengan memasang ranting bambu sebagai pagar. Warga dengan gagah berani juga membikin pagar betis sehingga truk-truk besar pelaksana proyek tak mampu melintas tanpa melukai mereka.

[Baca juga Puluhan Bidang Tanah Wakaf Belum Diganti Pemerintah]

Demo warga itu digelar demi menuntut PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek pembangunan jalan tol Salatiga-Kartasura itu untuk memundurkan pagar pembatas area proyek yang menggunakan lahan pertanian warga. Mereka juga meminta pembangunan akses jalan penghubung dan diperbaikinya saluran irigasi akibat terdampak pembangunan tol. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
GURU MADRASAH, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…