Obat-obatan yang ditemukan oleh petugas, dibuang dari jendela salah satu kamar indekos di Jombor Lor, Sinduadi, Mlati pada Selasa (7/11/2017). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Obat-obatan yang ditemukan oleh petugas, dibuang dari jendela salah satu kamar indekos di Jombor Lor, Sinduadi, Mlati pada Selasa (7/11/2017). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 7 November 2017 14:47 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Tengah Razia Indekos, Petugas Curiga Sebungkus Obat Dibuang dari Jendela

Petugas merazia indekos di daerah Jombor Sleman.

Solopos.com, SLEMAN— Pasangan suami istri digelandang petugas ke kantor polisi karena ketahuan memiliki obat tanpa resep dokter. Obat sebanyak 15 butir itu dilempar keluar dari jendela kamarnya saat petugas kecamatan melakukan razia pemondokan tak berizin.

Petugas gabungan kecamatan pada Selasa (7/11/2017) sedang menggelar razia kawasan Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman saat melihat bungkusan plastik dilempar keluar dari salah satu jendela kamar. Kamar yang dihuni oleh pasutri David Okna Saputra, 33, dan Tera Suprapti, 24 itu kemudian digeledah oleh petugas meski tak ditemukan barang bukti apapun selain buku nikah dan kartu identitas berupa KTP.

Saat ditanyakan oleh petugas, David, yang mengaku bekerja di mebel, menyatakan tak mengetahui apapun soal obat-obatan tersebut. Ia juga mengaku tidak membuang apapun meski petugas berkeras jika plastik obat tersebut berasal dari jendela kamarnya. “Saya enggak tahu pak, bukan punya saya, istri juga tidak tahu,” ujarnya di hadapan petugas, Selasa (7/11/2017).

Sementara istrinya lebih banyak diam meski menurut saat diminta membongkar barang-barangnya. Perdebatan sempat berlangsung selama beberapa lama sampai kemudian pasangan asal Jawa Tengah ini diminta untuk ikut bersama petugas guna diperiksa lebih lanjut. Kapolsek Mlati, Kompol Yugi Bayu mengatakan pasutri itu diamankan di Polsek Mlati untuk dimintai keterangan lebih lanjut sekaligus tes urine.

Petugas juga akan mengecek jenis obat tersebut untuk memastikan apakah masuk dalam kategori obat terlarang. Meski demikian, Kapolsek menilai ada indikasi jika obat berwarna putih itu ialah pil koplo ditilik dari bentuk fisiknya meski masih harus menunggu bukti lebih lanjut.

“Belum yakin tapi itu kayak pil koplo, apalagi orangnya panik begitu seharusnya ya biasa saja,” ujarnya ditemui di lokasi. Jika terbukti jika obat tersebut ialah jenis narkotika maka penanganannya kemungkinan akan dilimpahkan ke Polres Sleman.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…