Penjelasan Hanung Bramantyo soal kontroversi seksisme (Instagram @hanungbramantyo) Penjelasan Hanung Bramantyo soal kontroversi seksisme (Instagram @hanungbramantyo)
Selasa, 7 November 2017 18:10 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Soal Kontroversi Seksisme, Hanung Bramantyo Minta Maaf kepada Ibu dan Istri

Hanung Bramantyo meminta maaf kepada ibu dan istri terkait kontroversi pernyataannya yang dianggap seksisme.

Solopos.com, SOLO – Sutradara kondang, Hanung Bramantyo, mendapat kecaman dari sejumlah rekan seprofesinya dan aktris Tanah Air. Kecaman itu dilontarkan gara-gara pernyataannya yang dianggap seksisme [meremehkan kelompok gender tertentu]. Pernyataan yang dianggap meremehkan kaum wanita itu dilontarkan Hanung saat diwawancarai wartawan dari salah satu media online.

Dalam pernyataan itu, Hanung mengatakan jika seorang aktris lebih cepat terkenal daripada aktor. Dia menilai kecantikan bisa menjadi salah satu pendongkrak pamor seorang aktris. Sementara karier seorang aktor tidak bisa melejit begitu saja. Sebab, menjadi aktor sukses tidak bisa sekadar mengandalkan paras.

Pernyataan itu pada akhirnya mendapat tanggapan keras dari artis Tara Basro, Hannah Al Rasyid, dan sutradara Dimas Djayadiningrat. Guna meluruskan masalah itu, Hanung menyampaikan permohonan maaf melalui laman Instagram miliknya, @hanungbramantyo, Minggu (5/11/2017). Namun, meski telah meminta maaf, kecaman terhadap dirinya terus mengalir deras.

Seolah gerah dengan berbagai komentar pedas itu, Hanung kembali memberi klarifikasi melalui Instagram, Senin (6/11/2017). Pernyataan kontoversial itu dilontarkan saat dirinya ditanya oleh wartawan terkait alasan pemilihan Reza Rahadian sebagai tokoh utaman di film Benyamin Biang Kerok.

Suami Zaskia Adya Mecca itu juga menyayangkan wartawan yang mewawancarainya. Dia menilai si wartawan mengutip omongannya secara tidak komplit. Dia menambahkan, pernyataan kontroversial itu dilontarkan dalam konteks bercanda.

“Kalimat itu semestinya tidak perlu diungkapkan dalam tujuan apapun. Karena ada pernyataan saya yang lain yang konteks dan esensinya sama dengan judul artikel di atas. Dalam konferensi pers Benyamin Biang Kerok yang akan rilis Maret 2018 saya menyatakan sedang memberi kesempatan bagi aktris baru sebagai penjelmaan sosok Ida Royani [pacar Benyamin S]. Sengaja belum saya ungkap siapa aktris tersebut karena ingin membuat penasaran penonton,” ungkap Hanung.

Hanung punya cara sendiri untuk mengorbitkan bintang baru, yakni disandingkan dengan aktor atau aktris populer. Dia menceritakan sosok Reza Rahadian pada mulanya disandingkan dengan Revalina S Temat yang kala itu sedang melejit. Keduanya beradu akting di film Perempuan Berkalung Sorban.

Sutradara film Kartini menjelaskan keberpihakannya kepada kaum perempuan. Sebab, selama menjadi sutradara, dia telah meluncurkan berbagai film yang menunjukkan dukungan kepada perempuan. “Sikap saya sangat jelas tergambar di film-film saya seperti Perempuan Berkalung Sorban, Tanda Tanya, Rudy Habibie, dan terakhir Kartini,” sambung dia.

Permintaan maaf Hanung Bramantyo terkait kontroversi seksisme (Instagram @hanungbramantyo)

Permintaan maaf Hanung Bramantyo terkait kontroversi seksisme (Instagram @hanungbramantyo)

“Bahkan, di film Hijab produksi bersama saya dan istri sangat jelas keberpihakan saya kepada perempuan (muslim) modern atas hak kerja dan berkarya yang pada akhirnya menuai kontroversi,” imbuh dia.

Seolah tak mau memperpanjang masalah, Hanung kembali menyampaikan permohonan maaf. Bukan hanya kepada kaum perempuan secara umum, dia juga meminta maaf khusus kepada ibu dan istrinya. “Mohon maaf sebesarnya dan setulusnya kepada semua pihak khususnya perempuan, ibu, istri, dan para sahabat atas pernyataan saya yang terucap dan terkutip. Semoga ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga buat saya,” tandasnya.

 

lowongan pekerjaan
GURU MADRASAH, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…