Whatsapp (The Telegraph) Whatsapp (The Telegraph)
Selasa, 7 November 2017 18:40 WIB Sholahuddin Al Ayyubi/JIBI/Bisnis Internet Share :

Soal Gif Porno, Whatsapp Mangkir dari Panggilan KPAI

Whatsapp mangkir dari panggilan KPAI terkait gif porno.

Solopos.com, JAKARTA — Penyedia layanan pesan instan global Whatsapp mangkir dari panggilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pemanggilan ini terkait sejumlah konten pornografi yang marak beredar di fitur gif Whatsapp.

Ketua KPAI, Susanto, mengatakan pihaknya telah mengagendakan pemanggilan perwakilan Whatsapp ?Indonesia pada Selasa (7/11/2017) ini pukul 12.00 WIB di Kantor KPAI. Namun, hingga pukul 13.00 WIB, pihak Whatsapp tidak ada yang hadir. Karena itu, dia menegaskan KPAI akan menyambangi kantor Whatsapp Indonesia dalam waktu dekat.

“Mereka sudah kami undang untuk hadir dan menjelaskan soal konten pornografi yang ada di layanannya. Tapi sampai saat ini, mereka tidak hadir juga. Jadi kami nanti yang akan datangi kantor mereka dalam waktu dekat ini,” tuturnya di Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Dia mengakui tren konten pornografi di layanan media sosial dan pesan instan terus mengalami kenaikan ?sejak 2016 sampai saat ini. Menurutnya, dampak negatif dari kenaikan tren konten pornografi tersebut adalah banyaknya kasus asusila dan pemerkosaan yang terjadi pada anak di bawah umur.

“Berdasarkan hasil penelitian kami, angkanya terus mengalami kenaikan ya. Dulu waktu tahun 2016, kasus yang berkaitan dengan pornografi ini Indonesia ada di urutan ke-6. Sekarang sudah naik ke peringkat ke-4,” katanya.

Dia menegaskan jika pihak Whatsapp tidak memiliki etikad baik untuk memperbaiki dan menghilangkan konten pornografi tersebut. Maka dia mengancam, KPAI akan langsung mendatangi layanan pesan instan itu ke kantor perwakilannya di Indonesia.

“Jumat ini kami akan datangi kantor mereka. Mereka tidak punya etikad baik jika tidak memenuhi panggilan kami,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
OPTION EXECUTIVE KTV & BAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…