Sekitar 10.000 santri mengikuti apel santri sebagai puncak perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 di Bantul, Minggu (22/10/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Sekitar 10.000 santri mengikuti apel santri sebagai puncak perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 di Bantul, Minggu (22/10/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 7 November 2017 08:20 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Santri Didorong Terapkan Hidup Sehat

Santri di Kabupaten Bantul didorong untuk menerapkan pola hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Solopos.com, BANTUL–Santri di Kabupaten Bantul didorong untuk menerapkan pola hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Gerakan ini berorientasi pada tiga kegiatan utama yakni melakukan aktifitas fisik yang mengeluarkan keringat (olahraga/non olahraga), mengkonsumsi sayur dan buah serta melakukan deteksi dini terhadap penyakit yang mungkin diderita.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Maya Shintowati Pandji menyebut Germas ini bertujuan menjadikan santri sebagai agen perubahan, guna membangun masyarakat yang sehat baik secara rohani maupun jasmani.

“Santri itu agen perubahan. Oleh karena itu santri harus sehat, hebat dan tangguh,” katanya, Senin (6/11/2017).

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menuturkan dalam 30 terakhir, jenis penyakit terbesar adalah yang menular seperti TBC, ISPA dan diare. Namun mulai 2010, ada pergeseran pola penyakit ke penyakit yang tidak menular yaitu jantung, stroke, gula dan beberapa penyakit lainnya.

Menurutnya hal tersebut harus disikapi oleh masyarakat terutama santri dengan menerapkan pola hidup sehat. Apalagi Halim menyebut, dalam Al-Quran dan hadist, tuntunan hidup sehat juga disampaikan misalnya dengan memakan makanan yang halal dan thoyib.

“Germas dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dilakukan saat ini juga dan tidak membutuhkan biaya yang besar,” tuturnya.

lowongan pekerjaan
OPTION EXECUTIVE KTV & BAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…