Warga berlalu-lalang di pelataran RSUD Sukoharjo, Senin (14/4/2014). (JIBI/Solopos/Iskandar)
Selasa, 7 November 2017 08:35 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

RSUD Sukoharjo Berubah Nama Jadi RSUD Ir. Soekarno, Ini Tujuannya

Menko PMK Puan Maharani dijadwalkan meresmikan RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo hari ini. 

Solopos.com, SUKOHARJO — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, dijadwalkan meresmikan wajah baru RSUD atau Djawatan Kesehatan Rakyat (DKR) Sukoharjo, Selasa (7/11/2017).

RSUD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo itu akan berubah nama menjadi RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Direktur RSUD Sukoharjo, Gani Suharto, mengatakan pergantian nama itu bertujuan menambah motivasi kepada semua karyawan/karyawati rumah sakit tersebut.

“Kinerja karyawan lebih meningkat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Sukoharjo dan masyarakat eks-Karesidenan Surakarta pada umumnya. RSUD Sukoharjo memiliki visi menjadi rumah sakit unggulan dengan mengutamakan mutu pelayanan, profesional, mandiri, dan menjadi pilihan utama masyarakat.”

Menurut Gani, dalam pernyataannya yang diterima Solopos.com, Senin (6/11/2017), visi itu menjadi tujuan utama rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. ”Tujuan itu sesuai dengan semangat proklamator kemerdekaan Republik Indonesia Ir. Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan perkembangan RSUD Sukoharjo kian hari kian meningkat dengan semakin membaiknya sistem manajemen rumah sakit. Indikatornya peningkatan pendapatan, indeks kepuasan tinggi, dan terpenuhinya standar pelayanan di rumah sakit.

“Untuk itu, selain ada perubahan nama juga ada penambahan fasilitas-fasilitas, seperti rawat inap kelas VVIP, pelayanan khusus jantung dan paru, pelayanan kemoterapi, juga pelayanan bedah digestif dan bedah ortopedi. RSUD Ir. Soekarno juga sudah mampu melakukan bedah penggantian sendi atau arthroplasty.”

Kini, RSUD Ir. Soekarno didukung 695 karyawan terdiri atas 56 dokter/dokter gigi, 307 perawat dan bidan serta 332 tenaga penunjang lain. Walau RSUD Ir. Soekarno masuk tipe B Non Pendidikan yang telah lulus paripurna akreditasi KARS versi 2012, RSUD Ir. Soekarno menjadi rujukan di Kabupaten Sukoharjo.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…